The Pilgrimage

Baru selesai baca buku The Pilgrimage by Paulo Coelho yang versi Bahasa Inggris. Baca buku ini lamaaaa banget. Alasan utama karena memang gue ga terbiasa baca buku Bahasa Inggris jadinya di bagian awal lambat banget, dan buku ini hasil minjem di perpustakaan sekolah, jadinya lebih banyak ditaruh di laci kantor, dan tentunya kalau judulnya “kerja” ya nemu waktu baca susah2 gampang. Atau sekalinya ada waktu, ya moodnya lagi ga dapat. Tapi…akhirnya selesai juga.Dan for me this books is amazing! It’s written well and there are much values and life lessons that you have applied in your life without you realized it.

Bukunya sendiri berkisah mengenai perjalanan Paulo mencari pedangnya dan dia menyusuri rute ziarah Santiago de Compostela. Dalam perjalanannya, dia dibimbing oleh seseorang bernama Petrus. Ada beberapa metode latihan yang dijelasin di buku ini, beberapa gue coba praktekkin, dan jujur gue belum mengerti maknanya. Bisa dibilang belum dapat esensi dari latihan-latihan ini. Tapi intinya seperti meditasi, proses mengenali diri, mendengar lebih dalam suara hati kita, dan kembali mengenal suara alam sekitar. Hal-hal yang sebenarnya sudah ada di dalam diri manusia, tapi kerap kali terlupakan karena kebisingan juga gemerlap dunia. Belajar mencintai sebuah proses dan percaya akan jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan untuk kita tanpa ragu.

Di buku ini juga Paulo sebenarnya sudah memiliki jawaban yang dia cari di dalam dirinya tapi karena dia hanya fokus dengan usahanya mencari pedang, maka dia lupa akan tujuannya: untuk apa dia mencari pedang itu dan apa yang mau dia perbuat dengan pedangnya? Suatu hal yang sering kali kita lupakan saat kita hanya berfokus pada proses pencarian tapi kita tidak punya gambaran apa yang akan kita lakukan setelah kita berhasil memperolehnya.

Kadang untuk beberapa halaman, gue beberapa kali baca ulang karena ya itu tadi gue belum bisa mengerti sepenuhnya, tapi menurut gue pengalaman Paulo luar biasa, bahwa hal-hal sederhana lah yang sebenarnya bisa menuntun kita kepada kebahagiaan. Melalui kegiatan sehari-hari yang mungkin bagi kita remeh dan hanya sekedar rutinitas tapi di sana lah terdapat esensi dari hidup kita. Kita hanya perlu menyadari bahwa semua itu sudah ada dalam diri sendiri.

Untuk buku ini gue kasih 5 star ***** di Goodreads. Looking forward to read another Paulo Coelho’s book. Oh ya baca blognya juga menarik lho, sederhana namun memukau.

Makan di PatBingSoo – Supermall Karawaci

patbingsoo

Dari minggu kemarin, gue itu ngebet banget pengen nyobain yang namanya Pat Bing Soo. Tadinya gue mau coba Pat Bing Soo yang ada di flavor bliss Alam Sutera, tapi karena jauh n teman gue bilang kalau resto ini ada juga di Mall Summarecon Serpong dan baru buka di Supermall Karawaci, makanya gue ganti haluan deh. Berhubung rumah masih di Karawaci, jadi gue pilih makan di Supermall aja deh.

Niat awal (lagi2), makan ini dengan teman di hari Sabtu, eh malah diare. Jadinya batal deh keluar. Hari minggu kondisi perut memungkinkan untuk diajak makan enak, sekalian merayakan ultah seseorang yang nun jauh di mata (hahaha, alasan aja itu mah…aslinya sih mau makan2 aja), jadinya kesampaian juga makan di Pat Bing Soo.

Letak resto Pat Bing Soo ini dekat dari Main Lobby, tinggal menuju eskalator di sebelah kanan, naik ke lantai 2, sampai deh di PatBingSoo. Sepertinya benar ini resto baru buka soalnya masih ada beberapa karangan bunganya.

Yuk langsung liat aja, kemarin gue n nyokap makan apa di PatBing Soo:

Ini makanan yang gue pesen, Cheese Tteobokki, rasanya lumayan enak, saos nya berasa dan banyak, begitu juga kejunya. Porsinya cukup banyak.

Nah kalau ini pesenan nyokap, yaitu Chicken Dub Bab, ada kimchi n nasinya. Nyokap sih doyan, kalau menurut gue enak juga,cuma karena pakai kimchi, jadinya gue ga mesan menu ini. Harga 38 K.

Makan di PatBingsoo ga lengkap rasanya kalau ga cobain es campurnya ya kan? Karena porsi lumayan gede, jadi menu yang satu ini kita makan berdua. Nama menunya Bibim Patbingsoo, harganya 48K. Lupa foto harganya di menu.

Nah ini menu tambahan yang dipesan karena penasaran: Popcorn Chicken with honey, ada versi spicy nya juga, cuma gue lebih milih ini. Menu yang satu ini merupakan menu favorit gue di Patbingsoo. Rice cake dan chickennya berasa banget renyah, n gurihnya pas. Harganya 35 K. Kalau ada yang kurang gue suka di sini, mungkin karena di sini ga ada es teh tawar. Hehe biasa makan di warung / kopi tiam nih, jadi nyarinya es teh tawar. Jadi minum apa dong? Gue minum Yuzu Ice Tea dan nyokap minum Lychee Ice Tea. Harga keduanya 25 K. Haha berasa mahal minumnya.

Total biaya makan ber -2 : kurang lebih 250 K.

Kesan: pengen ke sini lagi, masih penasaran dengan menu2 lainnya. Hahaha untung deket dan banyak cabangnya. 😀

Libur kejepit

Yak sesuai judul, libur tanggal 11 Mei 2017 kemarin gue memutuskan untuk bersantai ria di rumah. Sebenernya pengen jalan keluar tapi nanggung ya, karena hari Jumatnya udah kerja lagi jadi ya udah deh di rumah aja. Sengaja ga bawa kerjaan apapun pulang, karena memang belakangan ini rasanya lelah banget.

Sejak pulang dari Bandung, memang nyaris ga ada jeda. Meski tanggal 1 Mei libur, tapi rasanya kurang tidur terus, belum lagi diare datang n pergi jadi ga nyaman rasanya badan ini (apaa coba ya).

Belakangan gue merasa banyak beban, bukan beban gimana sih tapi kalau melihat dan mengingat tumpukan buku, kristik, dan DVD drama Korea (juga DVD film lain) yang lom sempat dibaca, dikerjakan dan ditonton rasanya jadi beban…..!

Jadi dari hari Rabu malam, gue mulai kerjain kristik gue yang SOG-15 Village of Fairy Tale, lumayan juga sih kemajuannya..hahaha..minimal rumah ke-3 nya udah mau jadi lah. Selain itu gue lanjutin nonton drama Korea yang judulnya “Gentlemen of Wolgyesu Tailor Shop”. Drama Korea yang satu ini lumayan panjang, ada sekitar 54 episodes, dan gue baru nonton sampai episode 21. Awalnya sih coba iseng download aja 3 episodes dari dramafire. Eh ternyata jadi keterusan, karena capek download terus, n episode nya yang banyak, jadi gue beli DVDnya aja. Sejauh ini gue masih enjoy nontonnya, jadi boleh lah dikoleksi.

Untuk buku, gue lagi baca Historical Romance nya Lisa Kleypas yang judulnya “Marrying Winterborne”, termasuk serinya The Ravenel’s. Hahaha baca buku ini dari adegan pembukaan aja udah hot…tapi seru n bagus ceritanya. Baru baca sampai chapter 7.

Gue juga beli beberapa komik satuan kemarin di Koi Anindy di Fb. Beli 4 @8000 jadi lumayan lha. N udah selesai juga gue baca semua. Makanya gue merasa sedikit santai dan ga gelisah nich, karena merasakan ada kemajuan di bagian hobi. Biasanya pulang kerja, mandi, makan, dan sibuk main hp. Kayaknya ga sempat ngapa2in. Apalagi kalau bawa kerjaan pulang, wah udah deh, ga bisa lagi urus hobi. Jadi bawaannya tegang terus nih tengkuk leher. Makanya sedikit jenuh juga dengan rutinitas.

Pengen cobain solo traveling, kemarin hampir jadi ke Cirebon sendiri, tapi karena ga dapat tiket kereta pagi hari, jadinya batal. N pertimbangan juga karena minggu sebelumnya baru balik dari Bandung. Masih mikir solo traveling nich, tujuan sih paling antara Bandung dan Cirebon, karena dekat, dan rencananya mau coba untuk 2 hari 1 malam dulu. Kalau nyaman, baru coba lagi ke tempat yang lebih jauh dengan durasi yang lebih lama.

Bandung Trip-April 2017 (2 days 1 night)

Hai Hai Hai..cool cool cool

Mau update sekilas soal short trip kemarin pas long weekend. Yup dari 29-30 April 2017 kemarin, gue dan 2 orang teman masa SMP memutuskan untuk mencari waktu khusus para cewek di Bandung. Kenapa ke Bandung lagi? Well, waktu yang kita punya terbatas dan kita maunya tgl 1 Mei sudah ada di rumah lagi, jadi ada waktu seharian istirahat sebelum kerja lagi di hari berikutnya.

Untuk transportasi, gue dan seorang temen memilih naik mobil travel Xtrans di Karawaci (Jalan Trocadero No. 116). Harga tiketnya sekarang Rp. 120.000 untuk umum. Karena booking lebih awal jadi dapat duduk di deretan belakang supir. Milih naik travel karena dekat dengan rumah gue di Karawaci. Kalau ke Gambir kan jauh, jadilah milih naik mobil secara gue pikir paling lama juga 4 jam sudah sampai Bandung. Sementara naik kereta 3 jam dan perjalanan ke stasiun 1.5 jam. Sama aja durasinya. Dan ternyata? Gue salah besar saudara-saudara! Perjalanan travel kali ini menghabiskan waktu 7 jam!!!. O-em-ji, lama bener yaaak. Jujur gue jadi nyesel milih naik mobil dan ga naik kereta. Setelah gue tanya penumpang lain di travel (dia orang Bandung kerja di Serpong), cie kenalan nich ceritanyasurprised,  ternyata hal ini sudah biasa sejak ada pembangunan jalur LRT Jakarta-Bandung. Pantas, gue liat dia tenang2 aja duduk n ga keliatan gelisah sama sekali. Oalah…lain kali naik kereta aja dah kalau musim liburan atau long weekend.

Nginap di mana kami?

Kami nginap di hotel Ibis Budget di Jln. Asia Afrika no. 128. Kenapa milih nginep di sini? Harganya kebetulan cocok untuk ber 3 dan yah ngeliat gambar kamarnya di website ok juga. Gue dapat harga di Booking.com 482 rb untuk ber 3 plus breakfast.  Lumayan juga kan?. O ya ini penampakan kamarnya dari web Agoda:

kamar

Sempat ragu sih dengan bunk bednya. Karena setelah booked, baru gue nyadar kalau ini tuh aslinya untuk 2 orang dewasa 1 anak kecil. Sementara kami kan 3 orang dewasa dengan badan yang tidak bisa dibilang mini lagiredface. Jadi gue kontak hotelnya, dan ternyata bisa menampung sampai 85 kg. Jadi yah masih aman lha. Kesannya? Kamarnya keciiiiil.. untuk ber 3, wah kami berdesakan deh kalau mau pindah2 tempat. Kamar mandi juga kecil model shower kaca gitu di sudut kamar. Toilet  (kering) ada di ruang kecil di dalam kamar (ini enaknya) jadi ga menganggu kalau ada yang butuh ke toilet sementara yang lain lagi mandi. Sarapan cukup lumayan deh, meski menu sedikit, tapi yah untuk mengganjal perut oke, teh dan kopi juga tersedia. Plus ada bubur dan buah2an juga. Rasa makanan? standard aja deh. Apa mau nginep di sini lagi? Yes!

Keliling di Bandung naik apa?

Naik Grab, kakak! Karena kita bertiga, menurut gue, lebih ekonomis kalau naik grab, karena kalau naik angkot sama aja dan perlu nyambung2 lagi. Dapat Grab di Bandung termasuk mudah. Meski lom coba naik Grab Bike / Go Jek karena mereka kalau di Bandung ga pakai jaket identitas kayak di Jakarta gitu. Supaya menghindari bentrok sama ojek traditional. Rata2 sih sekali naik kami habis sekitar 15-20 rb, dibagi 3 aja jadi lumayan murah kan? Sama aja seperti naik angkot, hanya lebih nyaman dan ber AC.

Ke mana aja?

Nah ini dia pertanyaan favorit dari teman dan saudara yang ga ngikut, hihihi. Begitu sampai karena udah kelaparan selama 7 jam di travel, jadi pengen yang pedas n berkuah, makanya kami mutusin makan Bakso Enggal Malang di Jln Burangrang no 12. Makan di sini enak seperti biasa dan ga sampai 25rb per porsi sudah termasuk minum teh botol.

Dari sini kami melaju ke D’Moners Home alias Doraemon Cafe di Jl. PH.H. Mustofa No.73. Teman gue yang pengen banget ke sini, jadi yah ngikut aja. Tempatnya keciiiiil…hahahabiggrin. Kirain dari fotonya tuh gede gitu ya, ternyata leutik pisaaan…biggrin

TAPI kalau penggemar Doraemon disarankan lha ke sini untuk foto2 dengan latar belakang Doraemon dan pernak-perniknya.

dora 6

Makanan sih gue ga coba ya. Cuma minum jus alpukat aja. Teman gue yang nyobain sejenis es campur plus keju n pudding gambar Doraemon. Dia bilang sih rasanya biasa, n manis banget.

Puas foto-foto di D’Moners, cusss meluncur ke Rumah Buku di Jl. Supratman No. 96. Banyak buku-buku murah di sini n pas ke sana lagi ada sale juga dari harga 5rb. Belanja buku di sini diskon 15% dan kalau punya kartu member diskon 22%. Lumayan banget kan?? Makanya gue suka mampir ke sini kalau lagi main ke Bandung.

rumah buku

Setelah liat buku, perut rasanya lapar lagi, wakakakakalol! Gawat deh kalau sebulan di Bandung. Dari rekomendasi supir Grab yang masih unyu2razz itu, katanya makan steak enaknya di Karnivor di Jl. L. L. R.E. Martadinata No.127. Jadi lah kita ke sana. Begitu sampai, ANTRI. Waiting list sampai 7 orang. Wah berarti enak dong ya? Penasaran kan…ya udah tungguin deh biar ngantri juga. Dekorasi di Karnivor ini keren, Gothic horror zaman cowboy gitu.

Kami kompak mesan steak yang satu harga, 49rb. Cuma jenis dan rasa sausnya beda2. Minumnya? Es Teh tawar aja cuma 9rb. Dan tambahan kentang goreng dengan saus coklat. Namanya Poutine, harga 18rb. Rasa? Enaaaaaak!!eek Nendang deh pokoknya. Porsi? Mengenyangkan, sampai gue ga bisa gerak, padahal cuma pesan 1 porsi hamburg steak. Kesan? Worth it!

Sempat mampir ke BaBe di Jl. L. L. R.E. Martadinata No. 111. Cuma sebentar dan sekedar liat2 aja. Dari sini balik ke hotel lewat Jl. Braga. Rupanya lagi ada acara motor gitu, Jadi mobil grabnya ga bisa lewat n kami jalan kaki. Eh asyik juga lho, jalan2 malam di Braga. Banyak banget hiburannya, anak muda banget lhaaaa. Enjoy jalan kaki malam di Bandung.

Esok harinya ke mana?

Breakfast hotel

Sarapan dulu sebelum ke Gereja.

Kami jadi anak baik, kami ke Gerejawink. Sempat bingung, milih mau ke Gereja Katedral atau Gereja Pandu.

katderal 5

Akhirnyaaa…kami memlilih ke Katedral Santo Petrus di Jalan Merdeka No. 14. Wah Katedralnya bagusss yaaa…nuansa vintage ala-ala zaman Belanda gitu.

Dan kebetulan misanya dengan pastor asli Belanda jugaaa. Namanya pst. Leo van Beurdeun, OSC. Hehehe foto bareng deh, kapan lagi ketemu, ya ga? Di sini misanya banyak banget deh, pagi hari aja sampai 5x berturut-turut dan selalu terisi penuh sampai ruang serbaguna.

Dan di sini lumayan komplit lho, ada toko rohani dan kantin nya juga. Hihi, langsung deh icip2 untuk ngemil cantik, padahal di hotel udah sarapan sebelum berangkat. Perut…oh perut…rolleyes

Puas dan happy dari Gereja, kita meluncur ke Kartika Sari Dago di Jalan Ir. Haji Juanda No. 85 – 87. Beli oleh-oleh untuk keluarga tercinte di rumah. Gue sih ga beli banyak, cuma molen coklat titipan nyokap dan brownies almond untuk cemilan gue n adek. Sementara temen gue pada ngeborong sampai 2 kantong gede,biggrinbiggrinbiggrin.

Karena bawaan udah banyak, ya kita balik dulu ke hotel ambil barang2 yang tadi dititip pas check out, dan langsung menuju ke Bale Xtrans di Jl. Cihampelas No.50. Rencananya sih kita mau titip barang dulu di Xtrans terus jalan2 kaki sekitar Cihampelas. Ternyata…manusia boleh berencana, Tuhan juga yang menentukan. HUJANeek…pakai deras…pakai banget… Jadi kemana ya? Ya udah isi perut dulu deh (lagi!) di warung deket situ.

Tempat ini namanya doang warung, konsepnya sih kayak mini resto gitu. Namanya warung Upnormal Jl. Cihampelas No.74. Gue perhatiin sih ada beberapa deh warung ini di Bandung.

Makan upnormal

Makanannya ala warung emang, kayak indomie, nasi goreng, kikil, cuma bumbunya itu lho…Pedeeesss!! jadi kalau suka pedas yah bolehlah ke sini. Gue minum green tea latte nya juga enak. Harga makanan sih kisaran 18-30rb. Porsi standar aja. Kelebihannya di sini tuh instagrammable!!. Dan mereka juga siapin aksesoris untuk foto2nya. Makanya kalau doyan pedes n narsis abis, ke sini deh.. dijamin betaaahlol.

Yak segini dulu deh kisah eike di Bandung. Next kalau ada trip lagi …disambung ceritanya….Ciaobella…coolcoolcool

Berawal dari tatap

Berawal dari tatap 

Indah senyummu Memikat

Memikat hatiku Yang hampa lara 

Senyum membawa Tawa 

Tawa membawa cerita 

Cerita kasih indah Tentang kita 

Terkadang ku ragu Kadang tak percaya 

Tapi ku yakin Kau milikku 

Kau membuatku Bahagia 

Disaat hati ini Terluka 

Kau membuatku Tertawa 

Disaat hati ini Terbawa 

Terbawa oleh Cintamu Untukku 

Untuk kita Mmmh 

Terkadang ku ragu 

Kadang tak percaya 

Tapi ku yakin Kau milikku

Yang pertama

Postingan kali ini terinspirasi dari blog Urukyu soal “My First Times”. Gue jadi pengen juga bikin postingan serupa meski gue harus mikir-mikir lagi, memori awal2 gue mengenai beberapa peristiwa. Okelah, mari kita mulai ya:

  1. Pertama kali masuk TK

Sekolah pertama gue alias TK gue dulu di SD Santo Yosep Cikini, ga tahu juga ini sekolah masih ada apa ga ya. Ingatan gue soal sekolah di sini itu ga jauh2 dari yang namanya nangis!redface Dari hari pertama masuk sekolah, gue udah nangis2 ga mau ditinggal nyokap, bahkan di dalam kelas pun masih nangis meski sebenernya gue tahu sih nyokap gue ngintipin dari luar, tapi biar lebih berkesan sengsara n ngarep besoknya ga usah masuk sekolah lagi, gue pun nangis sejadi2nya. Lumayan lama juga gue nangis sih, sampai akhirnya gue capek ndiri n kehausan. Kayaknya gue berhenti nangis setelah sekolah seminggu, itu pun karena nyokap udah ancam kalau gue nangis lagi, gue akan dicemplungin ke got depan sekolahan, yah takutlah gue soalnya got-nya gede n dalem banget. Jadilah gue berhenti nangis sejak saat itu. Heheherazz.

2. Pertama kali gue dapat ranking

Gue ingat banget yang ini, gue dapat ranking pas gue kelas 4 SD, dan di kelas 4 ini juga gue pertama kali gue dipuji guru karena nilai ulangan gue sempurna. Wakakaka. Norak bener ya. Padahal sih ranking nya cuma ranking 10 aja, tapi waktu rasanya seneng banget. Karena kalau masuk 10 besar itu dapat donat gratis 1 lusin dari Dunkin Donuts.

3. Pertama kali ikut organisasi

Hmm, pertama ikut organisasi dan mulai aktif itu karena ikutan majalah komunikasi Gereja. Nama majalahnya KOMPAK. Awalnya dari mailing list, dan ketika dibilang mau lanjutin lagi majalah Gereja, gue pun pengen ikutan karena gue memang seneng edit-edit artikel di komputer dan senang browsing juga jadinya gue ikutan. Setelah ikut, heh?? gue doang anak mudanya, yang lain udah bapak2 n ibu2. Jadilah gue yang termuda. Asyiknya jadi yang termuda itu…jadi kesayanganbiggrin, n karena yang lainnya udah kerja semua, jadi kalau kemana2 gretong. Wakakaka..razz Tapi ini organisasi yang paling berkesan buat gue dan aktif cukup lama di sini. Sekarang anggotanya ada yang sudah meninggal. Miss you pak Roy…cry

4. Pertama kali punya pacar

Hah, males sebenernya ngebahas yang ini, tapi berhubung ini soal “yang pertama”, jadi sok atuh dibahas wae. Pacar pertama gue itu anggota KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik), jadi ceritanya gue kan lagi aktif-aktifnya tuh di Gereja. Nah pada saat mau urus event apa gitu, gue kenalan sama dia di rapat. Jadilah sejak itu dia pdkt sama gue n ga lama terus jadian. Jadian sekitar 7-8 bulan, tapi gue udah minta putus waktu baru 2 bulan kalau ga salah. Merasa ga cocok dan capek ya ngikutin dia yang gila banget organisasi. Akhirnya putus juga (bisa dimasukin ke “Pertama kali putus sama pacar”).  Dan sekarang, gue bersyukur banget dah.

5. Pertama kali ciuman

Yang pertama perlu digarisbawahi di sini adalah… ciuman pertama gue bukan dengan pacar pertama gue, tapi dengan yang setelahnya, sebutlah si B. Hahaha.. gue sempet nanya sih ke temen gue yang udah pacaran lama (jadi gue anggap expert dong ya), gue panggil dia lele. Gue nanya kayak gini “Le, kayak gimana sih rasanya ciuman?” terus dia jawab dengan nyante “Hmm gemana ya Ros, loe harus rasain ndiri dah” Gue bingung dong, ga menjawab pertanyaan banget sih, jadi gue tanya lagi “Ya, kayak gimana rasanya?” akhirnya si Lele ini kasih bocoran juga “Hm gini deh, coba loe cium tangan loe. nah kayak gitu dah rasanya”. Gue? Dengan bodohnya bener2 ngikutin apa yang si Lele bilang , jadilah gue cium tangan gue ndiri dan bingung hmm rasanya biasa aja. Kenapa orang2 kalau pacaran pada suka ciuman ya. Terus si Lele bilang lagi “Makanya gue bilang loe harus coba sendiri, baru loe ngerti”.

Eh akhirnya kejadian juga yang menurut gue awkward banget ya..hehehe.. kayak orang oon gitu pas kejadian. Detail sih ga perlu diceritain ya, tapi yahhh gitu lah… hehehe.

6. Pertama kali kerja

Pekerjaan pertama gue itu ngajar anak les di alam sutra. Sejak saat itu gue jadi sering ngajar les n keterusan jadi guru sampai sekarang.

7. Pertama kali baca komik

Komik pertama yang gue baca itu rada lupa antara Kenji atau Candy-Candy. Yang jelas keduanya sama-sama gue baca bukan dari no 1 tapi dari no 2. Kalau Candy-Candy gue inget karena ini punya sepupu gue. Gue begitu terpesona sama Tokoh Anthony dan Pangeran di atas bukit, sampai akhirnya sepupu gue ngasih koleksi dia ke gue. Kenji, seingat gue, dulu beli di mana getu. Emang udah dari no 2, n no 1 nya udah ga ada, tapi berhubung suka jadi gue terus beli serinya.

8. Pertama kali ke luar negeri

Jadi ceritanya, gue kan baru bikin passport tuh, emang udah niat mau ke LN. Tapi lom ada dananya. Ternyata, emang rezeki ya, kantor gue ngadain field trip ke Singapore, n berhubung bos gue tau kalau gue baru aja bikin passport, jadi gue lah yang ditugasin. Katanya biar passportnya kepakai. Hehehe…rasanya seneng banget pas ke sana meski ga sempat liat2, tapi yaaaah feelingnya happy banget.

hmm apa lagi ya? Segitu dulu aja kali ya.. hehehe …

 

 

Rincian biaya ke Bangkok seminggu (1)

Halo-halo semuanyaaaa..

Udah lama banget nich ga ada update di blog ini, hehe yah sekarang diupdate deh blognya. Postingan kali ini gue akan share mengenai rincian biaya jalan-jalan gue dan keluarga ke Bangkok, Thailand kemarin. Yup gue, nyokap dan adik gue liburan ke Bangkok selama seminggu dari 21-27 Maret 2017 kemarin. Gue emang sengaja ga ke Pattaya karena menurut gue yaaah disana tuh ga ada apa2…kecuali mau ikutin kehidupan malamnya dengan pub, bar , dll nya.. hehe. Tapi setelah ngikutin postingan dari blog MamiE FuNkY soal Pattaya, gue mendadak sadar kalau gue kurang mencari tahu (lho??) mengenai daerah lain di Thailand. Jadi gue dah rencana tuh kalau ke Thailand lagi gue akan coba explore daerah Ayutthaya, Chiang Mai dan Chiang Rai n mungkin Pattaya?? (lol haha masih tetap kurang yakin kayaknya gue untuk ke sana lagi).

Anyway kok jadi ngaco dan melenceng dari judul ya.. Cuss dah mari kita tengok rincian biayanya… (ini berdasarkan catatan gue dan nyokap, jadi setiap malam sebelum bobo, kita tuh sibuk catet hari ini keluar uang untuk apa aja, biar budget tetap terkontrol, maklum…backpacker irit)

Pengeluaran dibagi jadi beberapa kategori yaitu transportasi, makan, wisata (tempat2 wisata) dan belanja (ini kayaknya yang penting nihsmile emoticon)

Hari 1

20170321_163351

Transportasi
Bus A1 (DMK-Mo Chit BTS, @30 THB) : 90 THB
One day pass BTS @140 THB: 420 THB
Deposit hostel 1 : 200 THB

Hostel (4 hari 3 malam): Rp. 970.000
Sim Card AIS (7 days unlimited internet package): 299 THB

Makan (untuk 3 orang, n catat, jatah adik gue itu 2 porsirazz)
Di MBK : 270 THB
Go Ang Hainan Chicken Rice @Pratunam: 290 THB
Mineral water : 15 THB
Mango Sticky Rice: 100 THB
Sosis (food street): 20 THB

Belanja (di MBK)
Kaos: 100 THB
Gelang handmade: 150 THB
Snack : 30 THB
Mineral water: 15 THB

Total: Hitung ndiri kali ya??

Untuk tanggal 21-24 Maret, kita nginepnya di Little Pig Sukhumvit, kalau mau ke sini turun di BTS Phra Kanong dan keluar dari Exit 3, ikutin jalan aja begitu liat Soi 44/2 belok kiri deh, n ketemu hostelnya. Hostel ini kecil, tapi nyaman, bersih, snack + coffee 24 hours dan WiFi-nya cepet. Kekurangannya? hmm mungkin karena gue ambil shared bathroom ya, jadi kalau mau mandi kudu turun dulu ke lantai 2 (untuk cewek), dan lantai 1 (untuk cowoknya).

Hari 2

Transportasi 
One day pass BTS @ 140 THB : 420 THB
One day pass MRT @ 120 THB: 360 THB
Boat ke Wat Arun @15 THB : 90 THB (pp untuk 3 orang)
Total: 870 THB

Makan
Total: 1051 THB

Wisata
Tiket masuk Golden Buddha (Wat Thraimit) @ 50 THB: 150 THB
Tiket masuk Wat Arun @ 50 THB: 150 THB

Belanja (Chinatown)
Khao Song Coffee dan snack: 535 THB

Hari ke dua ini sebenernya rencana mau kunjungin tempat2 wisata utamanya, tapi karena bangun kesiangan n masih capek juga jadi rutenya ke Wat Traimit, Chinatown, dan Wat Arun.

O ya kenapa gue milih pakai One Day Pass?

  1. Gue males antri lagi setiap kali mau beli tiket
  2. Gue pergi dengan nyokap dan adik, jadi pilih yang praktis aja
  3. Kalau nyasar ga usah pusing itung2 duit untuk beli tiket lagi
  4. Lebih irit kalau mau jalan-jalan seharian ke beberapa tempat

Yang harus diperhitungkan kalau mau beli One Day Pass adalah rutenya. Karena di Bangkok, jalur BTS dan jalur MRT memiliki pass dan biaya yang berbeda. Jadi supaya irit, sebisa mungkin diusahakan dalam satu hari mengunjungi rute-rute yang satu jalur, misalnya BTS. Kalau terpaksa harus lewat jalur BTS dan MRT, maka dipadatkan saja rutenya jadi 1-2 hari. Dan berdasarkan pengalaman, rute yang paling banyak dilewati adalah jalur BTS. Hari ke-2 ini gue beli 2 tipe pass, karena kalau mau ke Chinatown lebih dekat kalau keluar dari MRT Hua Lamphong ketimbang naik bus atau boat.

Hari selanjutnya..? Postingan berikut yaaa surprised

 

CNY Lunch @Ssikkek MOI

Chinese New Year yang berlangsung pada tanggal 28 January 2017 menjadi kesempatan bagi kami warga etnis Tionghoa atau keturunan untuk kumpul keluarga. Biasanya pada acara kumpul keluarga ini, para orang tua seperti kakek-nenek atau kakak tertua dari sebuah keluarga mengadakan open house dimana rumah mereka akan didatangi oleh anak-anak dan sanak saudara dari berbagai daerah.

Saat berkumpul, ada tradisi untuk memberi hormat kepada yang lebih tua saat memasuki rumah dan mengepalkan kedua tangan (tangan kiri terkepal lalu tangan kanan membungkus tangan kiri), menggoyangkan ke atas dan ke bawah sambil mengucapkan “Kiong Hie” (selamat) kepada orang yang lebih tua secara berurutan sesuai usianya (kakek, nenek, ayah, ibu, paman, bibi, kakak, dll). Biasanya sebelum berkumpul di rumah kakek-nenek, anak-anak akan melakukan “Kiong Hie” kepada ayah-ibu di rumah.chinese-new-year-comment-008

Setelah itu, maka keluarga akan memulai acara makan bersama. Untuk makan-makan ini biasanya nenek atau ibu akan memasak makanan khas keluarga. Kalau di keluarga saya sewaktu nenek (oma) masih ada, oma akan memasak makanan khas Makassar seperti Palu Camba (ayam tauco), palu lada (ayam cabe), palu keloa (daging rawon) dan jalang kotek (pastel). Sekarang biasanya kami akan pergi makan bersama di restaurant.

Tahun ini kami sepakat pergi makan Korean BBQ di daerah Kelapa Gading tepatnya di daerah ruko MOI.

ssk

Awalnya saya sempat mengira restaurant Ssikkek terletak di dalam MOI ternyata mereka memiliki ruko tersendiri. Saya memilih restaurant ini karena menu “All you can eat” di mana kita akan membayar sesuai jumlah orang dan bisa makan sepuasnya. Berikut daftar harga untuk all you can eat di Ssikkek (sumber:Zomato):

ssikkek

Di Ssikkek terdapat 3 pilihan daging yaitu chicken, beef dan pork. Pada saat kami makan kemarin, mereka sempat juga menyediakan udang. Mereka juga menyediakan pilihan grill dan soup. Untuk soup tersedia kimchi atau beef. Kami lebih menikmati pilihan grill karena daging yang tersedia sudah berbumbu dan kami juga bisa memesan keju untuk tambahan topping pada saat memanggang yang membuat daging terasa lebih sedap.

beef

Mereka juga menyediakan beberapa sayuran dan jamur juga pilihan saus yang bisa dinikmati bersama dengan daging atau sayuran. Untuk dessert, pilihannya sedikit, hanya puding, dan biskuit/kue kecil sementara jika ingin memesan es krim, maka dikenakan tambahan harga.

Minuman mereka menyediakan ocha, green tea, lemonade, lemon tea dan blackcurrant. Saya sangat menyukai lemon tea, sementara untuk green tea menurut saya rasanya terlalu manis.

Suasana di Ssikkek, karena terletak di ruko, cukup tenang meski kecil. Atmosfer di dalamnya juga nyaman sehingga bisa santai menikmati makanan dalam waktu lama. Dari segi pelayanan saya cukup puas, karena pelayan di sana cepat tanggap dan sabar dalam melayani permintaan kami.

Overall puas makan di sini, kalau ada kesempatan ingin berkunjung kembali ke Ssikkek 😀

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑