Saturday hangout at Asagao Coffee House

Berawal dari keinginan untuk ngumpul2 dan cari tempat baru yang nyaman tapi…masih deket dari rumah, akhirnya pilihan gue dan teman jatuh ke Asagao Coffee House yang terletak di: Ruko Graha Boulevard Blok A No. 9, Jalan Pondok Hijau Golf Raya, Gading Serpong. 

asagao door

Dari rumah gue naik Grab Bike ke sini n bayar 15 k. Kesulitannya dalam mencari tempat ini adalah letaknya yang agak tersembunyi dan tidak terlihat dari jalan raya. Jadinya gue n driver grab bike-nya pakai aplikasi Google Maps, n ternyata letaknya berdekatan dengan ruko Maybank dan A&W.

Begitu tiba, temen gue udah nunggu di dalam, n ternyata di dalam sudah penuh n banyak orang. Rupanya hari itu sedang ada interview. Sambil nunggu dipanggil interview, para pelamar juga membeli minuman atau kue.

Pilihan gue untuk nongkrong di sini Kori Mori (matcha) dan Brown cake, sementara temen gue memilih Caramel Frapuccino.

Di sini memang asyik buat foto2 karena dekorasinya memang sudah disesuaikan untuk keperluan foto, cahaya nya pun bagus dan pas untuk ngambil foto. Jadi di sini sih kita lebih banyak foto2nya ketimbang minum dan makan.

Nich contoh foto2nya..

Belajar foto ala selebgram

ala3

Lagi…

asagao

N ini ..lagi belajar cara foto receipt yang bagus

bill asagao

Tampilan dalam Asagao Coffee

Kesan?

Menurut gue tempatnya nyaman banget kalau mau kumpul 2-3 orang atau untuk kerja sambil browsing, dekorasinya juga keren, pelayanan ramah, minuman dan makanannya juga enak rasanya. Yang dirasa kurang hanya tempatnya kurang luas ya, hanya 1 lantai aja. Jarak antar meja juga terlalu dekat jadi kurang pas kalau mau ngobrol ramai2 (>4 orang), takut menganggu orang lain yang duduk di meja sebelahnya.

 

Advertisements

Makan di Genki Sushi Supermall Karawaci

Sejak dibuka di minggu pertama bulan November, gue sudah tertarik pengen nyoba makan di Genki Sushi. Saat gue cek harga waktu pergi dengan nyokap, harganya termasuk lumayan alias di atas rata2. Sehingga nyokap yang memang bukan penggemar makan sushi pun memilih makan di tempat lain. Tapi …hari Minggu kemarin (12 November), gue dan adik (sushi lover) akhirnya memutuskan untuk nyoba makan di sana.

Ini penampakan gerai Genki Sushi yang terletak di pintu masuk SOGO yang juga baru dibuka.

genki store

Di sini, kita memesan dengan menggunakan tablet, tinggal pilih mau makan apa (click gambarnya), dan jika ada yang tidak dimengerti, kita bisa menekan tombol “Call” pada tablet dan salah satu dari waitress/waiter nya akan membantu menjawab pertanyaan kita.

touch screen

Penampakan menu yang kami pesan minggu kemarin. Di sini kami sepakat untuk memesan Ryokucha (green tea) yang bisa refill jadi tiap kali mau refill kami akan menekan tombol call dan meminta waiter mengisi ulang green tea kami.

food

Penampakan bill (tagihan) dari makanan yang kami pesan. Bisa dilihat ya..ada peningkatan ..karena kami order terus…hehehe

price

Setelah makan lalu apa? Bayar duong…hihihi

Penampakan kasir

genki cashier

Penampakan di dalam gerai Genki Sushi

Dapat bonus voucher untuk kunjungan selanjutnya..horeeee!!

genki voucher

Kesan:

Kami berdua, khususnya adik sangat suka makan di sini, terutama saat makan sushi salmon, menurut dia daging salmon nya fresh dan nasinya juga lembut, cocok dijadikan sushi. Harganya memang lumayan mahal tapi sesuai dengan rasanya dan masih lebih murah dibanding makan di restoran sejenis.

O ya di sini juga mengusung konsep Kaiten Sushi atau Sushi Berputar yang ada conveyor beltnya untuk mengambil sushi pesanan kita. Namun sayang saat kami ke sana conveyor ini belum berfungsi jadi belum bisa coba. Semoga saat kami kembali ke sini, conveyor nya sudah bisa digunakan.

Sebelum lupa, ini penampakan yang makan sushi nya…

me

26 OCT 16

Hai hai *lambaikan tangan kanan-kiri*

Mau update blog dulu nich..jarang2 ada waktu luang begini kalau sekarang, secara jam ngajarnya udah padat jadi setiap kali kosong kalau ga koreksi, ya bikin soal, koreksi lagi, bikin soal … lagi…?

Gue lagi suka baca cerita di watty nih alias Wattpad. Gue udah lama sih download aplikasi ini, hanya saja karena cerita-cerita yang gue temukan mayoritas berbahasa Inggris jadinya gue malas buka2 lagi.

Nah akhir2 ini gue sering liat OS buku di FB (Luluk) share link cerita wattpad yang berbahasa Indonesia. Jadi gue mulai coba2 buka n lihat. Itu juga gue ga langsung addicted karena biarpun ada linknya tapi.. gue ga ngerti cara baca ke halaman selanjutnya, karena modelnya per chapter gitu. Dengan kata lain gue ga tahu cara pindah dari satu chapter ke chapter lainnya (ketauan deh nih oon-nya). Baru sekitar 2 mingguan ini lah.. gue udah mulai ngeh (ngerti) cara makai aplikasi ini n terpikat dengan beberapa ceritanya n baca langsung di wattpad. Biasanya (belum lama sih), gue beli bukunya / versi cetak cerita wattpad ini. Karena sekarang lagi booming tuh buku2 diterbitkan dengan tulisan *sudah dibaca 5 juta kali di wattpad*

Emang sih itu kata2 promosi, tapi pikiran gue dulunya (waktu awal beli). Memangnya telah dibaca berjuta kali itu jaminan kalau yang baca suka ceritanya? Bisa aja kan baca 1 chapter n ga suka, terus ga diterusin bacanya? dan itu udah dihitung sebagai *sudah dibaca*

Jadi gue masih jarang beli buku2 yang versi cetak wattpad, takut ceritanya ga bagus, soalnya harga buku nya mahal euy, >60 ribu rupiah ke atas. Paling kalau mau agak murah, beli yang kolpri (koleksi pribadi), atau yang second tapi masih bagus gitu. Cuma ya harus sabar lah.. sekitar 1-3 bulan dari diterbitin, baru bisa dapat versi secondnya.

Sekarang gue udah beberapa kali beli n ikutan PO (Pre-Order) buku dari Wattpad, cara gue milih yah, lihat comment sama jumlah orang yang ikutan PO. Kalau heboh, n banyak yang comment..wah kemungkinan ceritanya bagus nih. Setelah itu ya baca dulu sinopsisnya..cocok ga kira2 dengan selera eike, terus..cek harganya..(masuk akal ga dengan kalkulasi bulanan), kalau cocok ..tinggal comment “PO ya sis”. Udah selesai? Weits..belum dong….tunggu deh 1-2 bulan sampai bukunya “Ready” n tagihan akan dikirimkan ke inbox, transfer, buku dikirim… n…Happy Reading.!

Dari yang sudah gue baca (banyak juga yang gue udah beli tapi belum gue baca n masih tersegel rapi) yang paling gue suka itu karyanya Alma Aridatha yang judulnya Re-Tied (Cerita Radit n Uwi). Lucu, gokil..n gemesin. Gue tamat baca dalam sehari aja. Buku Alma lainnya gue baca di Google Play Book (Tied the Knot dan No Place Like Home), cuma gue lom beli, masih baca previewnya. Masih mikir juga beli versi cetaknya, karena tumpukan buku udah menggunung lagi di rumah. O ya bagi yang mau follow cerita by Alma bisa follow di @kinky_geek

Gue sih rencananya nih, mau jual beberapa buku gue..jadi ada space kosong di box buku gue yang udah kebanyakan entu. Tapi..sayang ya rasanya..lagian mau dijual brp an ya? Hmm.. pikir2 lagi dulu deh.

Kerja

Hai semuanya..

Pagi ini sudah sibuk dengan segala macam kerjaan. Ada satu rekan kerja di departemen gue yang lagi sakit. Sakitnya parah emang sih karena masalah psikis, jadilah gue dan bos gue (HOD) yang kebagian rezeki (tugas ngajar) ngisi kelasnya rekan gue yang sakit ini. Jadi yang biasanya jam gue agak lowong, sekarang mendadak padat n yah harus adaptasi lagi.

Karena mengajar itu kan butuh proses bonding juga dengan murid, jadi yah memang harus adaptasi lagi.

Curhat ga penting di siang bolong

Halah judul post kali ini.. hahaha ya seperti judulnya ya.. ga penting sebenernya buat dibahas tapi kok mengganjal di hati ya? Berarti lom ikhlas nih.. keluarkan..!

Merasakan dibenci / ga disukai orang itu memang ga enak ya..apalagi kalau secara langsung. Dan terutama dengan teman sekantor, emmm lebih ga enak lagi deh. Ketemu tiap hari booo. Berbeda pendapat memang biasa terjadi sih tapi kalau cara ngomongnya ga ngenakin..aduuuh. Semakin tambah ga enak karena outing event nanti bakal bareng sama orang ini, duuh makin ga enak. Udah coba tukaran dengan teman lain, tapi pada ga mau juga karena mereka ga mau satu grup dengan yang satu ini.

Enaknya gimana ya? Sabar kan ada batasnya yaa…apalagi kalau cara bicaranya nyelekit dan merasa paling benar sendiri. Belum lagi ada rencana jalan2 dengan grup lain n ada satu orang lagi yang bentrok kemarin, gue nya berusaha biasa tapi kayaknya pihak lain ga merasa biasa, sepertinya merasa sebal. Soalnya kalau ketemu belagak ga ngeliat gitu. Ga enak banget. Maunya sih ga jadi pergi aja, karena ngapain juga menghabiskan uang dan waktu dengan orang yang tidak menyenangkan…ya ga? Alasannya apa ya… sayang juga sebenarnya karena sudah beli tiket. Tapi…..

Hah……ga tau deh mau ngapain

Minggu – 6 Aug

Baru selesai baca buku When Snow Falls by Brenda Novak. Komentar? Baguuuusss.. meski gue lebih suka seri no 1 nya yaitu When Lightning Strikes. Mungkin karena cerita Gail dan Simon lebih heboh ya ketimbang Cheyenne. Gue juga suka nama-nama yang ada di novel ini, kesannya klasik…Cheyenne, Presley, Amos, Noah, Eve.. Pengen baca lanjutannya tapi belum sampai dari OS langganan. Ya sabar aja dah. Adik gue bilang “Cici mah ga bakal pernah kehabisan buku untuk dibaca” mengingat koleksi gue numpuk…3 lemari dan 4 box plastic. Wakakakaka. Apakah dibaca semua? Baca dong!!! Makanya gue beli!

Gue masih dalam dilema aja untuk beli ebookreader apa ga. Yang membuat gue tergiur karena harga Kindle Edition suka murah2. Mulai dari $1.99 – $4.99. Cuma ya itu…berbahasa Inggris. Bukannya ga bisa baca buku berbahasa Inggris sih..tapi belum bisa menikmati membacanya. Kayaknya kurang smooth gitu. Dan kalau Kindle kan terbatas ya..beli di Amazon aja. Kalau penerbit lain kurang. Belum kalau ebook berbahasa Indonesia..dijamin super jarang.

Untuk ebook berbahasa Indonesia, andalan gue sekarang masih Google Play Book. Karena dia nawarin preview/free sample beberapa chapter sebelum kita beli bukunya. Dan banyak penerbit lokal & indie di GPB.

Apa beli tablet aja yaa? Tapi… entar gue malah internetan yang lain dan bukannya baca buku? Dan gue mau ukuran yang kecil aja..segede buku gitu, biar ga berat pas gue pegang buat baca. Capek ga ya baca lewat tablet…kan ga ada e-ink kayak Kindle atau ebookreader lainnya? Dilema..dilema..dilema.

Gue serius mempertimbangkan ebook nich.. karena koleksi buku cetak gue udah memakan banyak tempat banget, cuma emang ga ada yang ngalahin kenikmatan baca buku cetak.

The Pilgrimage

Baru selesai baca buku The Pilgrimage by Paulo Coelho yang versi Bahasa Inggris. Baca buku ini lamaaaa banget. Alasan utama karena memang gue ga terbiasa baca buku Bahasa Inggris jadinya di bagian awal lambat banget, dan buku ini hasil minjem di perpustakaan sekolah, jadinya lebih banyak ditaruh di laci kantor, dan tentunya kalau judulnya “kerja” ya nemu waktu baca susah2 gampang. Atau sekalinya ada waktu, ya moodnya lagi ga dapat. Tapi…akhirnya selesai juga.Dan for me this books is amazing! It’s written well and there are much values and life lessons that you have applied in your life without you realized it.

Bukunya sendiri berkisah mengenai perjalanan Paulo mencari pedangnya dan dia menyusuri rute ziarah Santiago de Compostela. Dalam perjalanannya, dia dibimbing oleh seseorang bernama Petrus. Ada beberapa metode latihan yang dijelasin di buku ini, beberapa gue coba praktekkin, dan jujur gue belum mengerti maknanya. Bisa dibilang belum dapat esensi dari latihan-latihan ini. Tapi intinya seperti meditasi, proses mengenali diri, mendengar lebih dalam suara hati kita, dan kembali mengenal suara alam sekitar. Hal-hal yang sebenarnya sudah ada di dalam diri manusia, tapi kerap kali terlupakan karena kebisingan juga gemerlap dunia. Belajar mencintai sebuah proses dan percaya akan jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan untuk kita tanpa ragu.

Di buku ini juga Paulo sebenarnya sudah memiliki jawaban yang dia cari di dalam dirinya tapi karena dia hanya fokus dengan usahanya mencari pedang, maka dia lupa akan tujuannya: untuk apa dia mencari pedang itu dan apa yang mau dia perbuat dengan pedangnya? Suatu hal yang sering kali kita lupakan saat kita hanya berfokus pada proses pencarian tapi kita tidak punya gambaran apa yang akan kita lakukan setelah kita berhasil memperolehnya.

Kadang untuk beberapa halaman, gue beberapa kali baca ulang karena ya itu tadi gue belum bisa mengerti sepenuhnya, tapi menurut gue pengalaman Paulo luar biasa, bahwa hal-hal sederhana lah yang sebenarnya bisa menuntun kita kepada kebahagiaan. Melalui kegiatan sehari-hari yang mungkin bagi kita remeh dan hanya sekedar rutinitas tapi di sana lah terdapat esensi dari hidup kita. Kita hanya perlu menyadari bahwa semua itu sudah ada dalam diri sendiri.

Untuk buku ini gue kasih 5 star ***** di Goodreads. Looking forward to read another Paulo Coelho’s book. Oh ya baca blognya juga menarik lho, sederhana namun memukau.

Makan di PatBingSoo – Supermall Karawaci

patbingsoo

Dari minggu kemarin, gue itu ngebet banget pengen nyobain yang namanya Pat Bing Soo. Tadinya gue mau coba Pat Bing Soo yang ada di flavor bliss Alam Sutera, tapi karena jauh n teman gue bilang kalau resto ini ada juga di Mall Summarecon Serpong dan baru buka di Supermall Karawaci, makanya gue ganti haluan deh. Berhubung rumah masih di Karawaci, jadi gue pilih makan di Supermall aja deh.

Niat awal (lagi2), makan ini dengan teman di hari Sabtu, eh malah diare. Jadinya batal deh keluar. Hari minggu kondisi perut memungkinkan untuk diajak makan enak, sekalian merayakan ultah seseorang yang nun jauh di mata (hahaha, alasan aja itu mah…aslinya sih mau makan2 aja), jadinya kesampaian juga makan di Pat Bing Soo.

Letak resto Pat Bing Soo ini dekat dari Main Lobby, tinggal menuju eskalator di sebelah kanan, naik ke lantai 2, sampai deh di PatBingSoo. Sepertinya benar ini resto baru buka soalnya masih ada beberapa karangan bunganya.

Yuk langsung liat aja, kemarin gue n nyokap makan apa di PatBing Soo:

Ini makanan yang gue pesen, Cheese Tteobokki, rasanya lumayan enak, saos nya berasa dan banyak, begitu juga kejunya. Porsinya cukup banyak.

Nah kalau ini pesenan nyokap, yaitu Chicken Dub Bab, ada kimchi n nasinya. Nyokap sih doyan, kalau menurut gue enak juga,cuma karena pakai kimchi, jadinya gue ga mesan menu ini. Harga 38 K.

Makan di PatBingsoo ga lengkap rasanya kalau ga cobain es campurnya ya kan? Karena porsi lumayan gede, jadi menu yang satu ini kita makan berdua. Nama menunya Bibim Patbingsoo, harganya 48K. Lupa foto harganya di menu.

Nah ini menu tambahan yang dipesan karena penasaran: Popcorn Chicken with honey, ada versi spicy nya juga, cuma gue lebih milih ini. Menu yang satu ini merupakan menu favorit gue di Patbingsoo. Rice cake dan chickennya berasa banget renyah, n gurihnya pas. Harganya 35 K. Kalau ada yang kurang gue suka di sini, mungkin karena di sini ga ada es teh tawar. Hehe biasa makan di warung / kopi tiam nih, jadi nyarinya es teh tawar. Jadi minum apa dong? Gue minum Yuzu Ice Tea dan nyokap minum Lychee Ice Tea. Harga keduanya 25 K. Haha berasa mahal minumnya.

Total biaya makan ber -2 : kurang lebih 250 K.

Kesan: pengen ke sini lagi, masih penasaran dengan menu2 lainnya. Hahaha untung deket dan banyak cabangnya. 😀

Libur kejepit

Yak sesuai judul, libur tanggal 11 Mei 2017 kemarin gue memutuskan untuk bersantai ria di rumah. Sebenernya pengen jalan keluar tapi nanggung ya, karena hari Jumatnya udah kerja lagi jadi ya udah deh di rumah aja. Sengaja ga bawa kerjaan apapun pulang, karena memang belakangan ini rasanya lelah banget.

Sejak pulang dari Bandung, memang nyaris ga ada jeda. Meski tanggal 1 Mei libur, tapi rasanya kurang tidur terus, belum lagi diare datang n pergi jadi ga nyaman rasanya badan ini (apaa coba ya).

Belakangan gue merasa banyak beban, bukan beban gimana sih tapi kalau melihat dan mengingat tumpukan buku, kristik, dan DVD drama Korea (juga DVD film lain) yang lom sempat dibaca, dikerjakan dan ditonton rasanya jadi beban…..!

Jadi dari hari Rabu malam, gue mulai kerjain kristik gue yang SOG-15 Village of Fairy Tale, lumayan juga sih kemajuannya..hahaha..minimal rumah ke-3 nya udah mau jadi lah. Selain itu gue lanjutin nonton drama Korea yang judulnya “Gentlemen of Wolgyesu Tailor Shop”. Drama Korea yang satu ini lumayan panjang, ada sekitar 54 episodes, dan gue baru nonton sampai episode 21. Awalnya sih coba iseng download aja 3 episodes dari dramafire. Eh ternyata jadi keterusan, karena capek download terus, n episode nya yang banyak, jadi gue beli DVDnya aja. Sejauh ini gue masih enjoy nontonnya, jadi boleh lah dikoleksi.

Untuk buku, gue lagi baca Historical Romance nya Lisa Kleypas yang judulnya “Marrying Winterborne”, termasuk serinya The Ravenel’s. Hahaha baca buku ini dari adegan pembukaan aja udah hot…tapi seru n bagus ceritanya. Baru baca sampai chapter 7.

Gue juga beli beberapa komik satuan kemarin di Koi Anindy di Fb. Beli 4 @8000 jadi lumayan lha. N udah selesai juga gue baca semua. Makanya gue merasa sedikit santai dan ga gelisah nich, karena merasakan ada kemajuan di bagian hobi. Biasanya pulang kerja, mandi, makan, dan sibuk main hp. Kayaknya ga sempat ngapa2in. Apalagi kalau bawa kerjaan pulang, wah udah deh, ga bisa lagi urus hobi. Jadi bawaannya tegang terus nih tengkuk leher. Makanya sedikit jenuh juga dengan rutinitas.

Pengen cobain solo traveling, kemarin hampir jadi ke Cirebon sendiri, tapi karena ga dapat tiket kereta pagi hari, jadinya batal. N pertimbangan juga karena minggu sebelumnya baru balik dari Bandung. Masih mikir solo traveling nich, tujuan sih paling antara Bandung dan Cirebon, karena dekat, dan rencananya mau coba untuk 2 hari 1 malam dulu. Kalau nyaman, baru coba lagi ke tempat yang lebih jauh dengan durasi yang lebih lama.

Blog at WordPress.com.

Up ↑