Picky ????

pickyPicky ? Good or bad?

Picky atau pemilih merupakan salah satu sifat yang umum ditemui di kalangan manusia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa.  Sifat bagaimana sih yang disebut picky ini? Kasus umum yang ditemui pemilih dalam hal berteman.

Gue sering banget mendengar kata “Kalau berteman, jangan terlalu pilih-pilih”
atau “Soal jodoh, jangan terlalu banyak pilih-pilih nanti malah ga dapat”
(lho?? Kok jadi ke jodoh sih? hehehe) Gue sendiri dalam hal berteman, ga pernah milih-milih, apa dia orang kaya, orang miskin, cantik, jelek, bodoh, pintar Biasanya sih kalau memang sifatnya cocok atau enak diajak ngbrol yah udah temenan aja.
Ga ada kategori tertentu dalam hal memilih teman. Kalau sahabat mungkin agak sedikit picky kali yah…Karena sahabat itu kan teman-baik, dan proses pilihnya ini pun makan waktu yang lama, melalui ujian dan berbagai macam peristiwa baru tau siapa sih yang setia menemani kita dalam suka dan duka?
Nah beberapa hari belakangan ini gue menemui kasus picky dalam diri anak-anak yang gue ajar.

Sebutlah anaknya namanya A, dia ini sangat picky untuk urusan pertemanan,
Dalam kelas dia hanya mau duduk di sebelah si B yang ternyata merupakan saudaranya. Begitu juga saat mengerjakan tugas,  olahraga dan hal-hal lain yang menuntut tugas sekolah dilakukan secara berkelompok.  Sebagai teacher…(cieee…teacher gitu lho), gue berusaha menasehati A, supaya dia ga usah milih-milih teman kalau lagi ada tugas, bahkan seringkali gue langsung menentukan urutan duduk mereka supaya A bisa berbaur dengan anak lain dan untuk beberapa saat dia mau saja namun minggu depannya dia kembali memilih si B untuk menemaninya dalam segala hal.
Anak-anak lainnya suka protes, karena A dan B selalu bersama. Sehingga kalau penentuan kelompok, jadi sering kali kelompoknya itu-itu juga.
Gue jadi bingung sendiri, masa setiap minggu gue harus selalu memaksa A untuk pindah kelompok dan anak itu suka ga mau kalau disuruh tukar. Gue bepikir apakah di rumahnya dia dididik untuk picky? Atau mungkin dia meniru mama atau papanya yang juga picky dalam hal berteman?

Untuk kasus ibu-ibu orang tua murid, beberapa orang tua memang ada yang picky dalam hal teman bergaul anak-anaknya. Misalnya “Ah saya ga mau anak saya dekat dengan A karena anaknya nakal” atau “Saya maunya anak saya sekelas dengan si B saja” Jadi terkadang saya pikir, mungkin sifat picky ini menurun juga dari orang tua anaknya. Sifat picky ini tentu saja membuat kesal orang lain, karena picky dianggap sombong dan sok. Berteman aja pilih-pilih, memangnya dia tidak punya kekurangan? Tapi terkadang ada baiknya juga, misalnya tidak bergaul dengan teman yang bisa menjerumuskan
kita ke dalam pergaulan yang salah, atau tidak bergaul dengan orang-orang yang menghisap ganja, dsb.

Kalau menurut gue pribadi, sifat picky ini tidak baik diajarkan pada anak-anak, khususnya untuk urusan berteman, kalaupun orang tua (Well, gue juga belum jadi orang tua sih, so Its just my opinion lho) picky dalam hal teman anak-anaknya, sebaiknya disertakan juga alasan yang masuk akal
misalnya “Kamu boleh saja berteman dengan si A, tapi kalau dia nakal kamu ga boleh ikut-ikutan ya” atau “Jangan mau diajak pergi oleh orang yang tidak kamu kenal” (Untuk faktor keamanan). Menurut gue dua cara komunikasi di atas, lebih cocok dikatakan ke anak-anak daripada  “Mama ga mau lihat kamu berteman dengan A ya, karena dia nakal” Itu membuat anak berpikir dengan pola pikir kita, padahal dia sendiri belum tentu tidak menyukai A. Biarkan anak-anak berkembang dengan pola pikirnya sendiri, tugas kita hanya mengarahkan apabila terjadi penyimpangan atau ketidakberesan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s