Trust & Reflection

Kenapa yah susah banget buat gue untuk mempercayai seseorang ? Sebetulnya sejak kecil gue tipe orang yang mudah percaya, cuma mungkin karena gue juga cukup sering dikecewakan jadinya membentuk gue yang sekarang. Tipe orang yang susah percaya sama orang lain sekalipun itu pacar sendiri.

Gue tipe orang yang setia, namun terkadang kesetiaan kita kurang dihargai orang lain. Mereka dengan mudah mengkhianati dan berbohong. Dua hal yang paling gue benci tapi mungkin juga dua hal yang paling mudah dilakukan orang ke gue.

Kalau gue melihat kembali kehidupan gue ke belakang sejenak, rasanya gue memang berubah banyak. Memang bukan perubahan yang kentara banget tapi…dalam diri gue jelas sekali merasakan perubahan itu. Kehidupan mudah sekali berbalik arah dan terkadang tanpa kita duga sama sekali. Gue yang dulunya mau beli apa saja bisa, kemana-mana naik mobil, keluar kota gampang, sekarang merasakan semua hal yang kebalikan dari itu semua. Apa gue protes?? Yah pada awalnya gue protes keras sama Bapa. Kenapa gue yang harus mengalami ini semua? Kenapa?? Itu pertanyaan terbesar. Tapi juga yang jawabannya paling lambat kita ketahui. Ada sebab-akibat.

Dari kekecewaan, frustrasi, pusing, dan bosan menjadikan gue sebagai pribadi yang pasrah, dan ga mau terlalu banyak membebani diri gue. Gue tetap bermimpi dan memiliki mimpi, tapi gue juga menyerahkan mimpi gue sama yang di ATAS. Memaksakan diri hanya membuat gue sakit lahir batin, fisik dan mental. Dan sakit mental itu sama sekali ga menyenangkan. Jauh lebih sakit daripada sakit secara fisik.

Melihat kehidupan teman-teman gue yang lain juga begitu. Terkadang gue pikir, mereka itu kehidupannya sudah enak kenapa justru malah memilih keluar dan menapaki jalan yang sulit dan belum pasti? Gue ga tau jawabannya. Tapi gue yakin ada alasan di balik itu semua.

Life is Choices, isn’t it?

Dan kemana gue akan memilih jalan gue kelak..? Gue belum memutuskan. Apakah berkeluarga atau hidup melajang, buat gue keduanya memiliki kebahagiaan tersendiri. Melajang bukan berarti kesepian, selalu ada yang bisa kita lakukan kalau kita mau mencarinya. Masih banyak orang lain yang bisa kita bantu. Hewan-hewan terlantar juga masih memerlukan uluran tangan manusia yang peduli.

Berkeluarga, ada anak, suami yang akan selalu di sisi kita. Tapi juga memiliki permasalahan yang  lebih rumit, khususnya soal ekonomi. Hidup satu atap dengan orang lain tidak mudah, gue tau betul hal itu. Keluarga sendiri pun bisa berbalik menikam kita. Lalu siapa yang bisa kita percaya di dunia ini?

Gue ingin memiliki kehidupan yang tenang, damai, dan dapat membantu orang lain sekecil apapun itu. Kedamaian batin. Itu yang gue cari. Menurut gue kalau hati kita tenang, damai maka di sanalah kita menemukan kebahagiaan sejati. Ga perlu aneh-aneh, dan macam-macam. Hidup hanya sekali, jadi jangan sampai ada penyesalan.

Gue sebetulnya ingin hidup bersama orang yang gue cintai. Namun kalau dia ga mau hidup bersama gue yah gue ga bisa memaksakan. Dia juga punya pilihan sendiri. Dan kalau memang pilihannya itu ga bersama gue, apa boleh buat. Dipaksakan juga percuma. Yang ada nantinya hanya akan saling menyalahkan, dan sebisanya gue ga mau hal itu terjadi.

Teman gue dulu pernah berkata begini, dan setiap kali gue mengingat perkataannya gue lantas berpikir kalau hidup mungkin ga seburuk yang gue bayangkan

Life is too good to feel bad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s