Perubahan

Sudah seminggu ini aku merasakan perubahan dalam ritme kehidupan sehari-hari. Aktifitas yang tadinya baru diawali pukul 8-an (itu pun udah tergolong santai) sekarang diawali pukul 5 pagi. Semua hal yang tadinya sudah dirasakan rutin dan menyenangkan sekarang menjadi serba baru, tidak terbiasa dan memprihatinkan. Semua serba baru, harus dipersiapkan dan payahnya persiapan ini sangat jauh dari kurang. Sebagai orang baru yang buta apa-apa jadi semakin meraba-raba mengenai apa saja yang harus dilakukan di tempat yang baru ini. Adanya penolakan dari lingkungan sekitar meski tidak semua menjadikan diriku drop. Sudah pusing dengan berbagai macam perubahan, tuntutan atasan dan rekan, ditambah adanya penolakan. Entah harus bagaimana. Bertanya memang menjadi kunci untuk belajar, namun sayangnya tidak semua yang ditanya, akan menjawab dengan baik. Ada yang menjawab dengan ramah, namun ada juga yang jelas-jelas menyatakan keberatan.

Ini baru awal, teman. Baru 8 hari dan masih ada sekitar 357 hari lagi untuk dilalui. Kesannya menyedihkan amat yah hari aja sampai dihitung. Inginnya tak menghitung, namun aku menghitungnya juga. Perasaan ga kerasan itu terus menggantung. Apa aku takut dengan perubahan ? Ya sejujurnya iya. Meski ga seratus 100% juga. Lalu apa aku yang seperti ini bisa dikatakan pengecut ? Mungkin juga. Yang jelas perubahan (yang tadinya kuharap akan membuat hidupku lebih baik) tidak membawaku pada kebahagiaan malah keputus-asaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s