Sunday

Minggu ini akhirnya pergi juga nonton Tooth Fairy setelah sekian lama ditunda. Sejak melihat trailernya waktu liat Alvin & The Chipmunk 2, gue pengen banget nonton film ini. Kalau melihat film Game Plan pasti udah ga asing lagi dengan tokoh utama film Tooth Fairy, si kekar Dwayne Johnson yang sering memainkan film komedi keluarga. Gue nonton yang jam 15:25 karena yang siang udah kelewat jamnya tapi ga masalah sih. Dari awal main sampai selesai ketawa ngakak, gayanya Dwayne (di film namanya Derek Thompson) kocak abiezz. Sekalipun gitu tetep ada pesan moralnya yang menurut gue sangat bagus yaitu jangan pernah menghancurkan impian anak-anak. Kita sebagai orang dewasa mungkin seringkali kecewa dengan kenyataan hidup yang ada sekarang, kenyataan yang lebih banyak berbanding terbalik dengan impian. Sekalipun kecewa toh kita tetap sadar hidup akan terus dan harus terus berjalan, di sanalah kita mulai belajar menerima kenyataan, belajar menerima kepahitan hidup dan mengolahnya. Tapi tidak demikian halnya dengan anak-anak, mereka punya banyak sekali mimpi dan fantasi mulai dari yang masih masuk akal sampai yang di luar akal sehat. Mereka berani untuk bermimpi dan percaya bahwa semua mimpi mereka akan jadi kenyataan selama mereka percaya. Di sinilah letak kesalahan Derek yang mencoba menghancurkan impian Randy dan Tess (kedua anak pacar Derek, Carly), maksud Derek baik yaitu ingin menyadarkan anak-anak itu akan kenyataan namun dia tidak memahami bahwa keduanya hanyalah anak-anak.

Gue sendiri juga seringkali begitu. Apa yang gue angankan sejak kecil berbanding terbalik dengan keadaan gue sekarang. Yang seringkali membuat gue berpikir “Kenapa gue harus mengalami semua ini?” Bohong kalau gue bilang ga putus asa dan kecewa. Tapi gue juga sadar, bahwa yah inilah realita, suka atau ngga yah beginilah keadaannya. Mimpi yang terkadang terlalu tinggi sehingga sulit diwujudkan dan hanya membuat terpuruk. Alangkah senangnya kalau kita bisa kembali menjadi anak-anak yang masih bisa terus bermimpi tanpa batas, tanpa harus dihadapkan dengan realita kehidupan. Tapi…kita ga bisa selamanya menjadi anak-anak kan?

One Comment Add yours

  1. Girzly Bear says:

    Nice reflection about this movie. I will watch this movie soon. Thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s