U-n-e-k-e-n-e-k

Gue baru aja mencari tips mengatasi kesepian. Hehehe. Memang gue kesepian banget belakangan ini. Soalnya gue jarang keluar dengan teman sih. Kerja-kerja, dan tidur. Karena kalau kurang tidur gue sering mengantuk dan mudah emosi saat bekerja. Tau sendirilah pekerjaan gue ini berkaitan dengan emosi juga. Meski maunya ga emosi, tapi kalau udah kelewatan yah jadinya emosinya keluar juga. Mungkin benar kalau ada orang yang mengatakan uang tidak membawa kebahagiaan. Semakin sering dikejar justru malah semakin menjauh. Gue sadar uang hanyalah sarana untuk membantu kita memperoleh kebahagiaan. Tapi itu bukanlah hal utama yang harus kita kejar. Sejak pindah kerja, gue bawaannya tegang melulu. Takut salah, takut ditolak, dan segala macam takut lainnya. Tapi apalah yang bisa gue lakukan karena inilah pekerjaan gue, gue butuh uang untuk membantu keluarga. Kalau ga ada uang, maka hidup ini akan semakin sulit. Gue semakin jarang keluar bersenang-senang seperti yang dulu gue lakukan setiap minggu dengan teman-teman gue. Gue merasa dengan pergi bersenang-senang berarti gue berfoya-foya menghabiskan uang. Karena jarang keluar akhirnya gue lebih banyak menghabiskan waktu dengan berselancar di internet, facebook, multiply, dan situs-situs lainnya. Ternyata…gue menghabiskan uang juga untuk membeli sesuatu yang mungkin sifatnya bukan kebutuhan primer maupun sekunder. Akhirnya gue menyesal kenapa gue beli barang tersebut tapi hal itu berulang terus. Konyol kan? Pergi makan bakso yang cuma 10ribu ga bisa, beli crafts yang seharga ratusan ribu bisa. Gue malas keluar rumah dan akibatnya yah nge-net aja di rumah yang buntutnya malah lebih boros. Dilema juga, kenapa gue ga bisa mengontrol diri sendiri. Ditambah hubungan personal gue akhir-akhir ini ga berjalan kurang mulus, gue mudah sekali emosi dengan dia dan yah belakangan gue menyesal kenapa gue marah tadi. Tapi besoknya kalau ada sesuatu yang lain, marah lagi, nyesel lagi. Karena merasa capek dan kesal dengan itu semua makanya gue minta break, menenangkan diri. Dulu-dulu sih ga separah ini, tapi belakangan ini makin parah aja. Apa karena jarang ketemu, sms sering pending dan suka ga nyampe yang mengakibatkan gue mikir kenapa dia ga mau balas sms gue. Ternyata dia balas, smsnya lah yang ga kunjung sampai di handphone gue. Miscommunication memang berbahaya yaaah, bisa mengakibatkan salah paham. Konyolnya gue ga bisa membicarakan perasaan gue ke dia segamblang dulu. Gue lebih menjaga jarak dan menganggap dia ga punya waktu untuk mendengarkan gue, ga bisa mengerti perasaan gue. Akhirnya kalau telp lama-lama yang diomongin seputar kabar dan makan aja, jadi basi dan bosan, n malas telepon deh. Ga tau juga kenapa gue begitu. Stress kah? Mungkin. Kesepian? ya gitu deh. Atau yah memang guenya aja lagi banyak pikiran sehingga sering kesal plus sms error, udah deh beginilah hasilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s