Cintapuccino

Cintapuccino merupakan novel Chicklit pertama yang gue baca. Dulu gue taunya yang namanya novel itu yah sejenis kayak Harlequin gitu. Setelah mulai baca Cintapuccino gue mulai jarang baca Harlequin. Cintapuccino menceritakan mengenai sosok gadis bernama Rahmi yang tengah bersiap menghadapi hari pernikahannya dengan Raka. Di mata Rahmi, Raka merupakan sosok suami ideal, baik, ganteng, charming, dll deretan kriteria pria ideal lah pokoknya. Rahmi sendiri merupakan tipe cewek yang mandiri, ia mempunyai toko distro bernama Barbietch di daerah Bandung (yang menjadi setting tempat dari novel ini).

Tanpa sepengetahuan Raka sang tunangan, Rahmi mempunyai rahasia yang telah dipendamnya selama 10 tahun. Semenjak masuk SMA, Rahmi menyukai seseorang bernama Dimas Geronimo yang akrab dipanggil Nimo. Nimo merupakan senior yang membimbing Rahmi saat MOS (Masa Orientasi Siswa). Rahmi sangat terpesona dengan sosok Nimo yang dewasa dan baik hati. Baginya Nimo merupakan sosok pujaan Rahmi namun sangat disayangkan waktu itu terdengar kabar Nimo sudah mempunyai kekasih sehingga Rahmi hanya bisa mengamati dari jauh. Rahmi hafal berapa jumlah pacar Nimo, apa kesukaan Nimo, klub apa saja yang diikuti Nimo dan semua tentang Nimo, Rahmi mengetahuinya. Semua itu diceritakan Rahmi dalam diarinya, kejadian sekecil apapun tentang Nimo yang didapatnya dari berbagai sumber seperti Alin sepupunya (yang selalu siap jadi mata-mata) ditulisnya dalam buku hariannya. Setelah lulus SMA, Nimo langsung pergi ke Brunei untuk kuliah. Kepergiannya hanya bisa diratapi Rahmi yang memang tidak pernah cukup berani menyatakan cintanya kepada Nimo.

10 tahun kemudian, Rahmi bertemu kembali dengan Nimo di sebuah rumah makan. Rahmi yang sangat terkejut hanya berpikir kejadian ini merupakan kebetulan semata dan berusaha tidak terlalu memikirkannya karena ia akan segera menikah dengan Raka. Meskipun begitu ia membuka kembali buku hariannya dulu, kisah-kisahnya dulu tentang Nimo pun mulai bermunculan. Nimo dan Rahmi semakin sering bertemu kembali secara kebetulan, dan tanpa disangka Nimo menyatakan perasaannya kepada Rahmi. Sejak dulu Nimo sudah menyukai Rahmi, namun sama seperti cewek itu, Nimo juga tak cukup berani menyatakan cinta. Rahmi menjadi bingung karena hanya dalam hitungan minggu, ia akan menikah. Sementara Nimo semakin gencar mendekatinya tanpa mengetahui kenyataan Rahmi telah bertunangan. Alin sang sepupu menasehati Rahmi untuk melupakan Nimo dan kembali ke sisi Raka. Raka selama ini telah mendampingi Rahmi dengan setia dan menjadi pangeran yang selalu siap sedia bagi Rahmi.

Hati Rahmi semakin kalut. Di satu sisi, ia sadar betul bahwa kedekatannya kembali dengan Nimo berarti telah mengkhianati Raka dan ia harus segera mengakhiri semua kebodohan ini. Namun ia juga tak sanggup melepas Nimo begitu saja apalagi sekarang ia tahu perasaannya selama ini ternyata bersambut. Nimo yang telah menjadi obsesinya selama 10 tahun, Nimo yang tak pernah bisa dilupakan Rahmi meski mereka tidak pernah menjalin kontak apapun selama 10 tahun, dan Nimo yang sama (yang dipujanya) telah menyatakan cintanya pada Rahmi. Bagaimana Rahmi bisa menolaknya ? Tapi jika ia menerima, lalu bagaimana dengan Raka, tunangannya?

Kekalutannya membuat Rahmi semakin depresi dan sering melamun. Raka heran melihat sikap Rahmi, semula ia mengira Rahmi hanya stress mengingat hari pernikahan mereka sebentar lagi dan menurutnya wajar saja jika calon pengantin mengalami hal seperti itu. Tapi sikap Rahmi yang sering menghindari Raka, membuat Raka bertanya-tanya. Karena penasaran , Raka bertanya pada Alin. Ia tahu Alin pasti mengetahui apapun yang terjadi pada Rahmi, semula Alin sempat menolak namun akhirnya ia menceritakan mengenai Nimo yang dipuja Rahmi selama 10 tahun ini. Raka memutuskan menunda pernikahannya, ia memberi waktu kepada Rahmi untuk memilih antara dirinya dan Nimo. Dan Raka semakin kecewa ketika mengetahui bahwa Rahmi tak bisa memilih siapapun.

Rahmi menghindari Nimo dan Raka. Ia menyibukkan diri di distronya. Saat Nimo mendesaknya di distro, Rahmi bertanya pada Nimo apa saja yang Nimo ketahui tentang dirinya? Apa Nimo tahu siapa nama lengkapnya? Apa Nimo tahu berapa ukuran sepatu Rahmi? Apa Nimo tahu tanggal lahirnya? Mengenai keluarganya? Apa kesukaan Rahmi? Nimo tak bisa menjawab apapun pertanyaan Rahmi, membuatnya sadar ia tidak tahu apa-apa mengenai gadis itu sehingga bagaimana mungkin Rahmi yakin bahwa Nimo benar-benar mencintainya. Pujaannya menyatakan cinta tapi tidak tahu apa-apa mengenai dirinya sementara Rahmi tahu semuanya mengenai Nimo. Rahmi membatalkan pernikahannya dengan Raka, tapi ia juga tidak lagi menemui Nimo yang telah membuatnya kecewa.

Untuk endingnya…bagi yang udah pernah nonton film maupun membaca novelnya pasti udah tahu kelanjutannya. Bagi yang belum, bisa nonton dulu untuk mengetahui endingnya. Cintapuccino merupakan novel favorit gue. Meski filmnya tidak sebagus novelnya tapi gue suka melihatnya. Karena menurut gue apa yang dialami Rahmi bisa dialami siapa saja dan itu mengajarkan bahwa kita tak akan bisa membohongi perasaan kita sendiri. Rahmi tahu bahwa ia sudah punya tunangan yang sempurna, tapi ia kalut ketika Nimo hadir kembali dalam hidupnya. Rahmi sadar jauh di dalam hatinya, ia masih mencintai Nimo, sama besarnya seperti dulu. Kenangan masa lalu yang hadir kembali ternyata bisa mengubah masa depan kita. Gue berpikir-pikir adakah orang yang menjadi obsesi gue sejak dulu sampai sekarang? Dulu sih gue sempat menyukai guru bahasa inggris gue di sekolah, bahkan sempat berjanji segala dalam hati kalau gue akan menemuinya kembali kelak dan menyatakan cinta. Hehehehe…puitis banget kan. Nostalgila…..

Lagu-lagu di film Cintapuccino seperti Selamanya Cinta by D’Cinnamons dan Hujan by Utopia telah menghadirkan kenangan-kenangan indah dalam hidup gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s