T_T

Sedih, kesal, sepi, marah. Semua itu gue rasakan beberapa hari ini. Penyebabnya gue bertengkar dengan dia. Hal sepele yang membuat gue kesal sekali dan kecewa. Apa karena terlalu kangen ya sehingga gue menganggap semua yang dia kemukakan ke gue hanya alasan belaka. Gue ga bisa percaya. Kenapa dia selalu punya waktu untuk orang lain tapi ga punya waktu buat gue. Kenapa dia selalu bilang kangen tapi giliran sudah saatnya bertemu, selalu saja ada alasan untuk tidak bertemu. Sehingga gue menjadi marah, muak dan ga bisa menerima alasan-alasan dia. Gue menjadi kaku dan ga peduli tentang apa dan siapa orang yang dia ceritakan. Hei bukan hanya orang lain yang punya masalah, gue juga punya. Kenapa masalah mereka lebih penting ketimbang masalah gue? Untuk apa memperdulikan masalah orang lain kalau masalah sendiri aja belum kelar. Gue punya hak untuk tidak peduli. Gue egois, gue jahat, gue ga peka? Silahkan saja sebut semua itu, gue ga peduli kok. Yang menjalani hidup ini kan gue, orang lain hanya bisa berbicara dan melihat kan? Kalau susah siapa juga yang mengalaminya kalau bukan gue dan gue seorang ? Apa ada orang yang peduli? Ga ada.

Makanya gue menjadi kesal setiap kali menerima telpon dari dia, dia ngomong semua yang baik-baik dan manis, kenyataannya? yah beginilah. Entah apa yang dia omongin benar atau ga? Dia marah? Ya silahkan aja. Makanya lebih baik kami ga komunikasi dulu aja. Atau mungkin ga komunikasi selamanya aja kali ya. Capek begini terus. Ga ada akhirnya, ga ada ujungnya yang ada hanya rasa lelah yang menjemukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s