Decide

Mengambil keputusan seringkali gue lakukan tanpa pertimbangan yang dalam dan juga tanpa mikir sehingga lebih banyak salahnya daripada benarnya. Gue memang orang yang suka kejujuran tapi pahit daripada manis-manis namun ternyata hanyalah kebohongan. Itu sebabnya gue mungkin cocok ya sama atasan gue yang dulu. Dia cenderung memanggil bawahannya secara personal dan bicara blak-blakkan dengan orang tersebut ketimbang ngomongin orang itu di belakangnya.Itu yang gue sebut dengan fair.

Soal pekerjaan gue, gue akan berusaha memastikan apakah memang hati n jiwa gue menginginkan profesi sebagai seorang guru atau mungkin ingin berkarir di bidang lainnya. Soalnya gue sering merasa dilema sih di pekerjaan ini dan yah ga sesuai dengan kata hati, hanya karena kepepet ga ada kerjaan lain gue jadi guru. Gue ga benci mengajar, gue juga ga benci anak-anak itu, kadang menyenangkan juga bekerja bersama anak-anak. tapi ya itu “terkadang menyenangkan” jadi tidak berarti selalu merasa menyenangkan. Orang lain mungkin akan menilai gue sebagai orang yang banyak mengeluh dan kurang bersyukur. Tapi Well yah gue juga menyadari hal itu dan gue ingin hidup sesuai apa yang gue inginkan supaya ga menyesal. Semakin hari umur juga nambah kan nantinya malah ga kesampaian sama sekali. teman gue ada yang bilang kuliah S2, dll. yah bukan gue ga mau tapi itu bukan yang gue inginkan sekarang ini toh biayanya juga ga ada. Gue ingin adik gue dulu yang kuliah supaya dia bisa mandiri dan gue merasa tenang. Soal gue yah ga masalah kok, gelar bukan jaminan masa depan akan cerah juga.

Masa satu tahun ini akan gue gunakan untuk memastikan keinginan gue yang sesungguhnya dalam bekerja, kalau memang gue sudah yakin akan berkarir di bidang pendidikan yah gue akan mencoba total di bidang ini. Kalau ternyata gue ga cocok, gue akan pindah ke bidang lain seperti IT atau dunia hobi misalnya. Apapun yang bisa membuat gue bisa melakukannya tanpa beban n tanpa dilema kayak yang gue rasakan sekarang.

Soal cinta yah gue serahin sama yang di ATAS aja deh. Dikasih syukur, ga juga ga masalah. Hidup melajang juga bisa bahagia kok, dan hidup menikah juga ga selalu berarti Happily Ever After. Mana aja yang cocok sama gue. Soalnya gue mencoba memaksakan diri juga kayaknya ga ada gunanya, gue tuh percaya yang namanya jodoh pasti ga kemana. Jadi biar dipaksain nyatu kayak apapun yah kalau emang ga jodoh akhirnya pisah juga. Kalau udah jodoh, mau dipisahkan dengan cara apapun dan oleh siapapun pasti akan nyambung lagi. So, whatever lah. Hidup ga semata hanya untuk nyari jodoh n nikah kan? Itu mah zaman dulu banget. love is a process. Berulang kali putus cinta n kecewa membuat gue merasa well hal semacam itu ga seindah yang ada di komik-komik n ga semanis di film-film biasanya always end with happy ending. Makanya yah jadi orang realistis aja meski ga berarti berhenti bermimpi juga, tapi harus liat juga situasi di dunia nyata karena di dunia inilah kita hidup dan berjuang bukan di dunia semu tadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s