Anne of Avonlea

Pengarang: Lucy Maud Montgomery

Penerbit: Qanita

Pertama kali diterbitkan di tahun 1909

Dalam kisah keduanya, Anne digambarkan telah lulus dari Akademi Queen dan berumur 16 tahun saat ini. Gadis kecil berambut merah itu telah tumbuh menjadi gadis cantik (masih berambut merah) dan pintar yang mampu memenangkan beasiswa Avery untuk kuliah di Redmond, Kingsport. Namun karena kepergian Matthew Cuthbert, maka Anne membatalkan niatnya untuk kuliah dan memilih menemani Marilla di tanah pertanian Green Gables dan menerima pekerjaan sebagai guru di sekolah Avonlea.

Awalnya Marilla menentang niat Anne untuk tidak melanjutkan kuliah, ia tahu Anne mengalah demi menemaninya di Green Gables. Ia mengatakan kepada Anne bahwa ia akan menjual Green Gables dan menyewa kamar kecil di rumah Mrs Rachel Lynde tetangga mereka. Sepeninggal Matthew tidak ada lagi orang yang mampu mengurus pertanian mereka ditambah lagi kondisi penglihatan Marilla mmemburuk dan ia tidak lagi bisa membaca atau merajut terlalu lama. Anne tidak rela Marilla menjual Green Gables, baginya tempat itu adalah satu-satunya rumah dan kenangan yang ia miliki akan kebaikan dua bersaudara Cuthbert padanya. Dan Anne merasa inilah saatnya ia membalas kebaikan mereka dengan menemani Marilla.

Atas saran Anne, Marilla menyewakan tanah pertanian Green Gables kepada orang lain, dan tentu saja mereka bisa tetap tinggal di sana. Anne menerima pekerjaan sebagai guru di Avonlea dan telah menyusun segudang rencana pengajaran bagi murid-muridnya kelak. Ia sibuk berkhayal bahwa dirinya, Anne Shirley akan menemukan bakat terpendam yang ada dalam diri setiap anak dan suatu saat nanti salah satu dari mereka akan menjadi orang sukses yang terkenal dan semua itu berkat guru mereka di Avonlea.

Selain Anne, beberapa teman lama Anne juga akan mengajar di sekolah. Gilbert Blythe akan mengajar di sekolah White Sands, Jane Andrew akan mengajar di sekolah NewBridge. Anne dan Marilla mendapat tetangga baru yang eksenterik bernama Mr Harrison dan burung beonya yang senang mengumpat, Ginger. Pada tahun itu kesehatan Marilla membaik dan ia mendapat kejutan akibat sepupu generasi ketiganya meninggal. Sepupu generasi ketiga Marilla itu memiliki sepasang anak kembar dan meminta Marilla mengasuh mereka sementara karena paman si kembar sedang sakit dan akan segera menikah di musim semi nanti. Setelah sang paman menikah, barulah ia bisa membawa si kembar bersamanya. Meski dibilang kembar, sepasang anak lelaki perempuan bernama Davy dan Dora Keith sama sekali tidak bisa dibilang mirip kecuali tinggi dan badan mereka yang agak montok.

Davy Keith seorang anak lelaki yang periang, nakal, penuh rasa ingin tahu dan senang berbuat kenakalan dengan di SENGAJA. Sementara kembarannya Dora Keith merupakan anak perempuan kecil yang paling mudah diatur sedunia, ia patuh, manis, dan sangat tenang. Kedatangan si kembar meramaikan kehidupan Green Gables yang tadinya mulai tenang seiring perkembangan Anne. Kenakalan dan pertanyaan polos dari Davy menjadi bumbu cerita tersendiri yang membuat kita tertawa membayangkannya.

Tokoh lainnya yang tidak kalah menarik dalam seri kedua Anne, ialah kehadiran Miss Lavendar Lewis. Seorang perawan tua yang gagal menikah dan tinggal berdua saja dengan pelayan setianya yang bernama Charlotta Keempat. Miss Lavendar dulunya pernah menjalin pertunangan dengan seorang ayah dari murid Anne yang bernama Paul Irving. Keduanya bertengkar karena hal sepele dan ternyata hal itu mengakibatkan ayah Paul yaitu Stephen Irving tidak kembali lagi ke Avonlea dan menikah dengan gadis Amerika. Sejak itu Miss Lavendar tidak pernah lagi membuka hatinya untuk pria manapun dan memutuskan untuk menyendiri bersama khayalannya di pondok Gema. Khayalan Miss Lavendar merupakan salah satu kunci pertemanannya dengan Anne, dengan segera keduanya menjadi belahan jiwa. Pertemuan mereka diakibatkan oleh Anne yang mengkhayal saat hendak berkunjung ke rumah keluarga Kimball bersama sahabat tercintanya Diana Barry. Akibatnya Anne salah mengambil jalan dan membelok ke pondok gema, tentu saja hal itu menyebabkan mereka tidak jadi berkunjung untuk minum teh di rumah Kimball seperti seharusnya. Namun pertemuan yang kebetulan tersebut membawa berkah tersendiri bagi mereka semua terutama bagi Miss Lavendar dan kekasih lamanya Stephen Irving.

Masih banyak lagi kelucuan dan rasa haru yang ada dalam buku ini, yang pastinya sayang untuk dilewatkan. Tunggu apalagi, ambil dan bacalah.

3 Comments Add yours

  1. Girzly Bear says:

    Resensi yang sangat menarik dan jelas. Trims…

    Iyah deh nanti klo ada waktu senggang akan saya “ambil dan baca”….🙂

  2. Grizzly Bear says:

    Where is another synopsis?🙂

  3. roshpinna says:

    Sabar ya..mau selesain baca Anne of Ingleside dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s