Feelin #mewithoutyou

gue mau curhat ah bentar
gue putus (lagi) ama dia. Dan kayaknya kali ini kami bener2 putus deh.
Sejak terakhir gue ke Bandung, dan (lagi) kecewa sama dia
Gue merasa berada di puncak kejenuhan dan kekecewaan dalam masa pacaran dengan dia. Dan yang membuat gue kecewa, dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Pendidikannya yang dia utamakan, karirnya yang dia dahulukan.

Gue mengerti keduanya itu penting tapi the way he act and yah tidak adanya masa depan yang menjanjikan buat kami berdua membuat gue butek. Yang terakhir gue ungkit soal pendidikan dan pekerjaannya yang menurut gue ga mempertimbangkan gue sama sekali, membuat dia berubah.

Dia tetap sms seperti biasa, tapi sms nya terkesan sangat formal seperti dengan teman biasa aja. Tidak ada lagi kata sayang dan yang lainnya. Gue gerah, gue merasa kok dia permainin perasaan gue kayak gini Puncaknya kemarin saat gue menanyakan apakah dia mau telp atau tidak dia ga balas. Gue tunggu sampai malam, dia ga balas juga, bahkan sms berikutnya juga dia ga balas. Gue coba telp ke esianya beberapa kali dia ga angkat. Gue kira dia udah tidur.

Ga taunya jam 1 dia sms ngucapin met tdr. Tanpa menyinggung sms n telp gue sebelumnya sama sekali. Seolah itu ga pernah terjadi. Gue kecewa dan kesal, merasa dia seenaknya. Paginya gue bangun jam 7, baca sms dia, gue langsung nangis. Gue langsung sms dia, gue putusin dia saat itu juga. Gue udah ga peduli lagi dia setuju atau ga, bagi gue semuanya udah berakhir.

Untuk apa mempertahankan hubungan yang hanya melahirkan kekecewaan dan kesedihan kayak gini. Masih mending kalau ada masa depan, nah ini ga kan?

Gue selama ini mempertahankan karena gue masih sayang dan gue percaya dia juga begitu, tapi yah begitulah dia, never changes. Selalu seenaknya dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia hanya menganggap gue ngambek, dan seperti biasa menanyakan hal-hal sehari-hari dalam sms dia berikutnya. Sms-sms basa basi yang bener-bener basi menurut gue. Udah makan lom, jangan lupa makan ya, bla bla. Like nothings happen. Makanya gue juga bertindak seperti itu. Dia sms seolah-olah tidak ada yang terjadi maka gue pun akan bersikap seolah-olah sms dia itu tidak ada. Namanya juga ga ada jadi ga perlu dibalas atau digubris kan. Gue sering berpikir bagaimana jadinya gue tanpa dia, dan rasanya teramat sangat pahit. Karena ini bukan hanya sekedar bayangan atau imajinasi lagi tapi  kenyataan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s