Campur-campur

Kali ini gue mau cerita campur-campur alias beberapa jenis cerita dijadiin satu tempat di blog ini. Sekarang ini sekolah memasuki masa-masa akhir tahun ajaran yang berarti banyak koreksian, banyak kegiatan non akademis untuk mengisi waktu (karena anak-anak harus masuk ga boleh libur) yang lebih banyak ga jelas apa inti kegiatan itu sebenernya, dan banyak melakukan persiapan untuk perpisahan dengan teman yang akan pindah dan teman yang akan datang (yang jelas ga disambut pake pesta geto). Dalam kegiatan-kegiatan tambahan tersebut sangat dibutuhkan yang namanya kreatifitas alias harus pinter-pinter deh tuh mengarang kegiatan yang mampu mengisi waktu, membuat anak-anak sibuk tanpa membuat mereka merasa bosen (lebih banyak bosennya pasti) dan ga menganggu guru dalam  melakukan koreksian, isi nilai raport dan buat comment.

Tema yang diusulkan tahun ini neh Enviromental Awareness. Ciee keren kan judulnya? Pertanyaannya, kegiatannya harus ngapain ? Jawabannya: Any idea, teachers? Jelas ga ada yang jawab pada awalnya, lha wong koreksian aja lom beres, mikir yang laen-laen. Akhirnya disepakati yo wes gemana kalau kita bikin barang-barang dari barang bekas yang sudah tidak digunakan lagi tapi masih layak pakai.

Maksudnya daur ulang? Iya sejenis itulah, cuma barangnya harus memiliki fungsi dan bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari istilah kerennya re-use in daily life. Barangnya dari mana? Boleh beli ga? Ga boleh beli dong, namanya juga barang bekas, cari barang bekas di rumah aja yang udah ga dipakai, siapa yang bawa n menyiapkan barangnya? ya anak-anaklah. Hehehe kreatif kan?

Oke, materi beres, bahan-bahan dapet trus sapa yang mo ngawasin tuh bocah-bocah biar ga berseliweran seenaknya? Soalnya yang namanya anak, tetep harus diawasin kalau ga ya dijamin mereka ga akan kerja, hanya ngobrol n bikin ribut aja di kelas. Yang ngawasin ya gurunya, tapi anak-anak kelas atas akan menjadi mentor/tutor bagi adik kelasnya. Adik kelasnya ini akan dibagi ke dalam grup-grup. Satu kelas dibagi dua grup dan dipimpin oleh seorang atau dua orang kakak kelasnya. Para guru akan mengawasi bergantian setiap 1 jam, jadi tetap punya waktu untuk ngoreksi n deel-el. Sip deh pokoknya.

Bagaimana jadinya rencana-rencana di atas? Begini jadinya…..😀

Setelah setiap kelas dibagi jadi dua, misalnya kelas 7A dibagi jadi 7A-1 n 7A-2, selanjutnya masuklah 2-3 anak kelas atas ke kelas adik-adiknya. Mereka menjelaskan apa yang akan dikerjakan hari ini, pada awalnya gue sempet merasa kasian ama mereka, bukannya didengerin malah diketawain sama adek kelasnya, diomelin lah adik kelasnya yang ngetawain itu. Gue sebenernya pengen ikutan ketawa juga, soalnya lucu sih gaya mereka itu dan mereka sempat kewalahan juga mengawasi dan ngebimbing adik-adik kelasnya yang super bawel n lama kerjanya itu. Tapi perlahan mereka bisa juga mengatur, membimbing supaya menghasilkan sesuatu. See? Being a teacher is not an easy job. Jadi mereka merasakan juga apa yang gue n temen-temen lain rasakan saat membimbing mereka. Asyik juga lah pokoknya dan soal ributnya…? Luar biasa, ribut banget. Kuping gue rasanya bunyi ngiiiing…saat dengerin anak-anak itu teriak (kalo mereka ngomong biasa ga kedengeran, soalnya temennya juga teriak kalo ngomong)pas keluarin ide mereka. Seru, lucu, dan bikin pusing.

Mengenai teman-teman yang akan pindah, banyak banget alasan kenapa mereka keluar, dan sebenernya sedih juga kalau keluar karena hal yang tidak menyenangkan, karena kecewa dan lain-lain. Tapi yah mau gemana lagi? Gue hanya berharap kalau gue pindah nanti gue ga pindah karena kasus ataupun kecewa tapi karena memang gue dapat pekerjaan yang lebih baik lagi. Dan di antara kami semua, ada seorang teman yang berinisiatif untuk bikin farewell party getu, kita iuran dan nantinya uang hasil iurannya akan digunakan untuk membuat kenang-kenangan n beli makanan-minuman gitu buat pemeriah acara aja. Tapi kok ya ada aja yang keberatan iuran, heran gue, iuran ga mau giliran makan paling banyak. Tapi masa pas dia makan nanti trus kita bilang “Woi jangan makan, u kan lom bayar”, ngapain juga kale, but rugi kale ya, enak banget dia, makan doang ga mau keluar duit. Any idea to remind this kind of person? If you have idea, please comment. Soalnya kalo ide gue, gue bakal nyindir “Woi, bayar dong u, masa u mau makannya aja seeh!” yang pasti….(pasti banget) bikin orangnya tersinggung n marah berat, padahal sih dia marah juga peduli amat getoo. Sesuatu yang tidak menyenangkan dari sebuah perpisahan, kita harus menyiapkan diri lagi untuk beradaptasi dengan orang baru yang selalu memliki dua kemungkinan, cocok atau tidak cocok. Duuh semoga cocok n lebih baik ya. It’s not easy if u have to face difficult person in your job.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s