Now life has killed the dream I dreamed

Gue lagi seneng memutar lagu I dreamed A Dream yang dinyanyikan oleh Susan Boyle. Yang gue dengerin n liat adalah videonya saat dia audisi di acara Britain’s Got Talent. Di acara itu ketika Susan memasuki panggung banyak yang tertawa karena penampilannya yang sederhana dan jauh dari kata modis sebagai orang yang ikut audisi di panggung besar bersama para juri ternama seperti Simon Cowell, Piers, dan Amanda Holden.

Penonton semakin tertawa saat Simon menanyakan berapa umur Susan dan dengan jelas dia menjawab 47 tahun yang semakin disambut oleh tawa yang lebih meriah lagi. Cita-citanya adalah menjadi penyanyi professional namun selama ini dia tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Dari apa yang gue baca di wikipedia, sebelum ikut audisi dia hanya bernyanyi di gereja, local pub di desa, dan di beberapa tempat kecil lainnya.

Saat Susan diberikan kesempatan untuk bernyanyi di hadapan para penonton Britain’s Got Talent, suaranya membuat orang terpesona, suaranya sangat tinggi dan jernih, seperti sungai yang mengalir. Dan pilihan lagunya sesuai sekali, seolah-olah melalui lagu itu dia hendak menggambarkan hidupnya selama ini, bagaimana dia bermimpi ingin menjadi penyanyi namun kehidupan membuatnya jauh dari mimpinya karena berbagai kondisi dan situasi. Baru sekaranglah dia bisa mewujudkan ambisinya itu, meski di usia yang bisa kita katakan sangat terlambat. Tapi ia membuktikan kalau ia mampu bernyanyi dengan baik dan memiliki bakat, meski usianya tidak muda lagi dan dia tidak semodis penyanyi lainnya.

Jika melihat video Susan di audisi dan mendengarnya bernyanyi, gue teringat dengan diri gue sendiri, tentang mimpi-mimpi dan bagaimana secara perlahan mimpi-mimpi itu terbentur dengan realita kehidupan yang gue jalani. Seolah hidup telah merenggut mimpi itu dan membuat gue menjalani kehidupan yang sama sekali bukanlah kehidupan yang gue impikan. Gue merasa menjalani hidup secara monoton, dan tanpa arti. Saat gue berusia 20-21, gue masih bersabar menjalaninya, dengan menguatkan diri, gue masih muda, masih banyak waktu, tapi sekarang? Gue berpikir apakah gue akan terus hidup begini? Inikah kehidupan yang gue mau? jelas tidak tapi betapa pun gue mencoba dan berusaha, ada saja benturan kenyataan yang dengan pahit terpaksa gue terima n jalani.

Siapa yang bisa gue salahkan? Mungkin hanya diri gue sendiri, meski yah sering juga gue menyalahkan orang lain dalam hati, gara-gara dia atau mereka, gue hidup terikat begini, tidak mempunyai ruang gerak dan tidak bisa mewujudkan impian. Tapi berpikir begitu hanya membuat gue semakin sakit hati dan jenuh, jadi gue berusaha menerima meski sangatlah sulit. Apa gue herus menunggu sampai gue seusia Susan untuk bisa mewujudkan mimpi? Entahlah. Gue merasa hidup gue seperti berhenti dan gue ga tau jalan keluarnya.

 

I had a dream my life would be
So different from this hell I’m living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s