Singapore Trip-Day 1

Yeaaaay…setelah nunggu cukup lama (maklum tiket promo) tanggal 29 Juni kemarin gue berangkat kembali ke Singapore n kali ini tujuannya hanya untuk JALAN-JALAN. Perjalanan gue kali ini untuk 4 hari 3 malam. Persiapannya mungkin sekitar 5-6 bulan sebelumnya. Dan kali ini gue memastikan mobile network BB gue off, untuk ngirit. Untuk berkomunikasi dengan teman di Indo gue pakai jaringan WiFi, n memakai fasilitas BBM, Viber, Line, Whatsapp dll yang gratisan supaya tagihan ga bengkak setelah balik ke indo. Jaringan WiFi hampir selalu ada di semua hostel/hotel, airport n tempat makan di mall. Minimal bisa kasih kabar pagi n malam hari..hehehesmile emoticon Jangan lupa bawa charger+universal adaptor n power bank supaya ga lowbatt di jalan.

Berkat pengalaman ke KL kemarin, gue memutuskan untuk nginap di hostel lagi, tapi kali ini gue coba yang private bathroom (kamar mandi dalam kamar). Gue nginap di 5 Footway Inn Project Bugis, deket MRT Nicoole Highway. Gue booking melalui hostelbookers. Ternyata penginapan gue yang di SG ini menyenangkan juga. Ada terrace garden nya juga smoking area di terrace lain untuk smokers. Sarapannya pun lebih bervariasi seperti roti bakar dengan 3 macam selai (strawberry, cranberry n peanut), lainnya sarapan cornflake dengan susu. Minumannya yang bikin gue seneng, di mesin minumannya ada milo, teh tarik, kopi, capuccino, latte, teh manis, n ada lagi yang gue lupa. N bisa diminum sepuasnya termasuk air mineral juga lol. Bicara soal air mineral, beli air di SG itu mahal, rata-rata 2-2.5 SGD per botol. Jadi kalau mau hemat, mending bawa botol minum kosong dari indo 3-4 botol trus di sana tinggal diisi ulang di penginapan. Memang sih di SG ada air mineral gratis tapi tidak tersedia di semua area (airport n USS sih ada). Kalau ga setiap kali beli minum, simpanlah botolnya untuk kelak diisi air lagi yang gratis. Di penginapan ini juga jual mie instan/popmie, 1 nya hanya 1.5 SGD tapi porsi 80 gram (mengenyangkan), n rasanya uenaaaak razz…..hehehe….air panas tinggal diambil aja di terrace atas, yummy…

1Hari pertama di SG gue sibuk mempelajari peta MRT yang udah gue download n gue print. Hmm alasan gue print adalah bawa kertas selembar lebih praktis ketimbang buka tablet. N bisa diliat sambil pegangan barang2 lainnya. Lumayan juga sih naik MRT, praktis n tersedia di seluruh area SG. Gue beli Singapore Tourist Pass (STP) untuk 3 hari, n STP ini hanya bisa digunakan 1 utk setiap orang. Jadi ga bisa rame2 pakainya. Pakai STP ini enaknya kita ga perlu isi ulang kalau nominalnya habis, singkat kata, pakai sepuasnya selama tanggalnya masih berlaku. Mau keliling 1 negara dengan MRT, LRT n bus juga bisa pakai STP ini. Kekurangannya STP ini tidak bisa didapatkan di semua MRT station, hanya MRT station tertentu saja yang menyediakan, juga STP ini berlaku maks. 3 hari. Jadi kalau mau liburan seminggu..yah harus dibalikin/direfund dulu baru beli lagi. Boleh juga sih pakai EZ-LINK kalau tujuannya ga terlalu banyak selama di SG. N kalau mau ke Sentosa wajib punya EZ Link untuk naik Sentosa Express-nya, kalau ga beli lagi dengan harga 4 SGD/person.

MRT map

Kalau kamu pertama kali main ke SG, ga usah takut nyasar, petunjuk jalan di SG sangat-sangat jelas. Di setiap MRT Station mereka selalu menyediakan peta jalur MRT n LRT, juga ada LCD monitor yang menunjukkan durasi kedatangan MRT berikutnya, selain itu kamu juga akan diberitahukan melalui pengumuman audio dimana setiap MRT akan berakhir begitu juga di setiap perhentian selalu ada pengumuman. Perhatikan peta MRT slalu sebelum kamu naik, karena biasanya ada perbedaan arah untuk setiap platform, tapi seandainya salah pun tidak masalah, tinggal naik saja lagi kereta selanjutnya ke arah berlawanan. Di dalam MRT nya sendiri disediakan peta jalur di semua gerbongnya, ada lampu yang menyala di setiap perhentian, n ada pemberitahuan pintu mana yang akan terbuka. MRT ini sangat nyaman sekali, ber-AC n di setiap gerbong ada sekitar 6-8 reserved seat yang biasa terletak di dekat pintu. Maksud reserved seat ini adalah kursi yang dikhususkan untuk orang dengan kondisi fisik tertentu, misal cacat/sakit, hamil, lansia, juga ibu dengan anak-anak yang perlu dipangku. Jadi kalau kereta penuh, n kamu melihat orang2 yang disebutkan di atas, berikanlah kursimu untuk mereka, karena mereka lebih membutuhkannya wink. Tapi kalau MRT kosong, kamu diperbolehkan duduk di reserved seat ini.

Tips: Hindari naik MRT di jam pergi n pulang kerja karena pasti penuh, atau bisa juga naiklah di gerbong paling depan/paling belakang yang biasanya jarang diminati orang karena jaraknya jauh ke eskalator sehinggakemungkinan dapat duduk n lowong lebih besar ketimbang gerbong tengah. Pada saat naik eskalator, berdirilah di 1 jalur, jangan di 2 jalur, terutama saat jam sibuk supaya tidak menghalangi orang yang terburu-buru ke kantor/kerja/sekolah.

Biasanya ada pengumuman audio apabila MRT penuh, pemberitahuan di MRT Station selalu dalam 3 bahasa, yaitu Inggris, Melayu, Mandarin, yang lucu apabila ada pemberitahuan dalam bahasa Melayu lengkap dengan logat Melayunya: kepada para awak penumpang, kereta penuh, dipersilahkan menaiki gerabak-gerabak (gerbong) di belakang atau menunggu kereta selanjutnya lol.

Sore harinya, gue main ke Clarke Quay..begitu keluar di MRT Station Clarke Quay, gue bingung, mana tepi sungainya? Penjual seafoodnya pada ke mana yahhh?? kok ga adaaa?? adanya mall. Setelah tanya penduduk lokalnya, ternyata gue harus jalan dulu ke arah bawah n belok kiri nah ketemu deh sungainya, n para penjual seafood. N bukan jajanan kaki-5, tapi kelas resto, jadi lumayan mahal juga, makan di Lenn Thai.

5

43Makan di Lenn Thai ini lumayan mahal tapi sesuailah dengan rasanya, di sana gue pesen Tom Yang Guan / Tom Yam Seafood, Spring Rools and Squid Barbeque, minumannya? Minuman di botol minuman gue yang gratis, ehehehe, untung boleh dibawa n diminum di sana. Sempet juga pesen es tehnya…sekitar 6 SGD.

2Di Clarke Quay ini ramai sekali, banyak yang nongkrong n minum bir sambil hang out. Ada penjual es krim yang enak n murah hanya 1 SGD, tapi lembut. N lebih enak daripada yang harga 4.5 SGD n gue beli di mall. Sungainya indah n ga bau, banyak boat-boat untuk keliling sungai kalau mau. Biar berkesan romantis gitu. Hehehe. Kalau ke SG siapkan kakimu, karena kamu dijamin bakal sering jalan kaki kalau ngandalin MRT, tapi malah enak, jalan kaki di SG, udaranya bersih, ga ada pengemis, juga ga ada pengamen, relatif amanlah menurut gue untuk backpackers. Banyak juga para artis jalanan yang keliling negara dengan uang yang mereka dapat dari hasil tips pertunjukan mereka.

Oh ya sebelum ke Clarke Quay gue sempat main ke Orchard Road yang terkenal itu. Jalanannya ramai banget n banyak yang keren-keren tapi juga mahal-mahal. Barangnya branded smua, jadi gue ga berlama-lama di sana, n langsung menuju ke Clarke Quay. Di Orchard ini gue sempet beli pocari sweat saking hausnya, n harganya bikin sesak, 4.5 SGD botol medium. Di Indo bisa dapat 5 botol dengan harga segitu, tapi yah sekali lagi...This is Singapore, man! razz

Dari Clarke Quay gue balik ke penginapan karena kaki sudah ga bersahabat, n teriak-teriak minta pulang jadi ya balik deh.

Tips: pakailah sandal jepit atau sandal lain yang nyaman di kaki terutama apabila dipakai untuk berjalan-jalan seharian penuh. Karena semakin kuat kita berjalan, semakin banyak juga area yang bisa dikunjungi n dilihat sekaligus difoto2 dong lol

Hehehe..oke dilanjutin lagi ke SG Trip-Day 2 ya di postingan selanjutnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s