Caraku milih buku-bukuku

Liburan ditemenin buku-buku. Dan bukan hanya 1-5 buku, banyaaaaak buku. Rata-rata novel romance memang tapi ada juga yang suspense, anak-anak, metropop, dll. Buku yang gue suka memang dari berbagai genre, gue jarang membatasi diri dengan genre tertentu.. Biasanya gue justru sering terpaku dengan pengarang tertentu, karena menjadi semacam jaminan gitu “hmm gue pasti suka buku ini” atau “ceritanya pasti bagus”. Tapi belakangan gue mulai terbuka dengan berbagai pengarang baru yang ga pernah gue sangka sebelumnya. Contohnya Tere Liye, saat gue ke toko buku, gue sering tuh liat namanya juga bukunya meski gue ga memperhatikan atau nyempetin baca sinopsisnya. Dan ketika buku serial anak-anak Mamak dicetak ulang dengan cover Amelia yang lagi loncat di bawah pohon, gue baru tergerak baca sinopsisnya n akhirnya beli bukunya. N ya ampyuuun gue langsung deh jadi fansnya Tere Liye. Serial anak Mamak langsung gue lengkapin, n sejauh ini urutan yang paling gue suka Amelia, Pukat, Eliana, dan Burlian.

Buku lain yang gue baca ada juga yang merupakan saran atau hasil baca review atau liat rating di GoodReads. Tapi rating bagus di GoodReads bukan jaminan gue pasti suka bukunya. Makanya kalau beli buku gue ga terlalu memperhatikan rating atau pendapat orang, umumnya cara gue milih buku lebih berdasarkan feeling (intuisi). Biasanya kalau gue merasa pas dengan sinopsisnya gue bisa memasukkannya dalam booklists gue. N bukan berarti gue langsung beli, ngga sama sekali. Gue biasa akan liat dulu, baca sinopsisnya berulang kali, mikir2 yang cukup lama n kalau udah ga tahan pengeeeen beli… baru deh gue pesan sama OS langganan gue di FB.

Buku yang gue beli adalah buku yang cara penulisannya pas dengan jiwa gue, topiknya mengena di hati n jalan ceritanya bervariasi alias ga cuma terpaku sama tokoh A n B aja terus selesai. Gue suka buku yang lebih menggali sisi perasaan dan karakter manusia. A bit emotional but still make sense. Koleksi buku gue memang lumayan jumlahnya, n yang belum dibaca juga banyak… hahaha kalau mikirin ini rasanya aneh juga. Dulu gue jarang banget punya duit lebih untuk beli buku, biasanya buku yang gue punya gue baca berulang-ulang kali, saking ga berduitnya n lebih banyak prioritas lain ketimbang beli buku. Sekarang bukunya banyak, sampai bingung kok bisa banyak banget yang lom gue baca. Rasanya beli lemari berapa juga ga akan cukup.. tapi yaaaaah refreshing terbaik untuk gue ialah baca buku. Buku yang bagus, menarik, menggugah perasaan, membuat nyaman dan happy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s