Forbidden Falls

Forbidden Falls

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling baik di antaraya ialah kasih”

Virgin River kedatangan seorang pendeta muda dari Seattle. Pendeta Noah Kincaid datang ke Virgin River untuk membangun kembali sebuah gereja tua yang dilelang di E-Bay. Bagi Noah, gereja tua tersebut memiliki daya tarik tersendiri di hatinya, dan jiwanya tergerak untuk bekerja di tengah komunitas kecil di pegunungan. Tak butuh waktu lama bagi Noah untuk mengemasi barang-barangnya dan mengendalikan truk tuanya menuju Virgin River. Di sana ia disambut oleh Hope McCrea, perempuan tua yang melelang gereja tersebut, dengan penjelasan Hope yang singkat dan tanpa basa-basi, Noah segera memiliki kunci gereja beserta semua rongsokan yang ada di dalam dan luar gereja tersebut.

Perbaikan luar dalam yang dibutuhkan membuat Noah kewalahan dan memutuskan untuk mencari “asisten pendeta” yang mau melakukan tugas fisik dan manajemen gereja dengan upah seadanya. “Asisten pendeta” ini diharapkan mahir mengecat, bersih-bersih, mengangkat telpon, dan hal lainnya. Pencarian ini mempertemukan Noah dengan Ellie Baldwin. Ellie seorang wanita muda berusia 25 tahun yang mahir melakukan berbagai macam pekerjaan mulai dari kerja kasar sampai kerja kantoran demi menghidupi kedua anaknya dan ia sangat membutuhkan pekerjaan bermartabat demi bisa memenangkan hak asuh kedua anaknya dari mantan suami yang bahkan bukan ayah mereka.

Ellie sangat mahir mengerjakan tugasnya sebagai buruh kasar di gereja itu, ia membersihkan, mengecat, mengangkat puing dan menjadikan gereja itu terlihat jauh lebih rapi dalam waktu singkat dibandingkan apa yang sudah dilakukan Noah beberapa minggu sebelumnya. Yang sedikit membuat Noah khawatir pada Ellie adalah cara wanita itu berbusana dengan mencolok serta makian sumpah serapah yang sering mengiringinya di saat bekerja. Meski terlihat agak serampangan, Ellie merupakan seorang wanita yang sangat cantik, ia juga sangat jujur dengan kondisi hidupnya yang berantakan, ia memang sering memaki dan menyumpah, tapi ia tak pernah melakukan itu di hadapan kedua anaknya.

Masalah-masalah yang dihadapi Ellie dengan mantan suaminya, Arnie, sedikit demi sedikit menarik perhatian Noah dan seisi kota Virgin River untuk membantu Ellie mengambil kembali anak-anaknya dan mempertemukan Ellie dengan sahabat-sahabat baru yang mau menerima dirinya apa adanya. Hari-hari yang dialami Ellie di kota kecil itu membuat banyak perubahan pada dirinya dan juga terhadap kehidupannya kelak.

Bagaimana Ellie memperjuangkan hak asuh anak-anaknya? Apakah Ellie akan tetap menjadi “asisten pendeta”?

Semua itu bisa ditemukan di Virgin River, kota kecil penuh keajaiban yang selalu terbuka menerima pendatang baru dan membantu mereka menemukan setitik kedamaian dan harapan dalam hidup berkomunitas.

“Aku menjanjikanmu hidupku, hatiku, selamanya”

Shelby McIntyre-Luke Riordan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s