Thailand Trip (1)

Sawasdeekha…

Liburan natal kemarin saya jalan-jalan ke Thailand, tepatnya ke Bangkok dan Pattaya. Liburan kali ini saya pergi sekitar 11 hari dan so far I’ve really enjoyed it. Untuk liburan yang begitu lama ini, tentunya saya harus extra usaha bikin itinerarynya. Kenapa? Karena biasanya paling lama liburan hanya 4 hari atau mostly only 3 days / 2 nights. n now..11 days!!

Untuk ke Thailand saya menggunakan maskapai low cost Air Asia. Saya dapat harga 3.3 jt pp includes 20kg luggage. Not really a good price but that’s what happen if you booked in the last 3 weeks. Sebenarnya ada pilihan lain dengan harga lebih murah, sayangnya harus transit dulu di Singapore dan waktu transitnya cukup lama jadi saya memilih Air Asia yang memiliki pilihan direct flight (3.5 hours flight).

Ini pertama kalinya saya terbang dengan durasi di atas 1. 5 jam, dan ternyata agak membosankan juga terbang segitu lamanya. Dan parahnya, saya kelaparan dan kehausan karena air yang dibawa disuruh habiskan/dibuang n ga boleh dibawa ke ruang tunggu. Biasanya sih saya suka diem2 bawa juga ke ruang tunggu n petugas ga terlalu memperhatikan, tapi sekali ini petugasnya sangat perhatian, jadi airnya saya habiskan dulu sebelum ke ruang tunggu. Akhirnya saya beli makanan nasi lemak (idr 50 K) n milo (idr 20 K) untuk di atas n btw ternyata makanannya enak juga, next time saya akan pre-booking ah untuk makanannya.

Hari pertama nya karena saya sampai di Don Mueang Int’l Airport malam hari, maka saya memutuskan untuk mencari penginapan di daerah Don Mueang supaya ga terlalu lelah mencarinya. Saya nginep di Phoom House yang berjarak sekitar 10-15 menit dari bandara dengan taxi, tarif sekitar (80-100 THB). Saya booking penginapan ini dari Agoda dengan harga 400 THB per malam (private bathroom).

Malam pertama di Bangkok, dilalui dengan kendala berbahasa. Mayoritas masyarakat Bangkok tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar, bahkan untuk mencari alamat penginapan saja, para supir taxi sudah menyerah duluan begitu dikasih alamatnya dengan huruf alphabet. Setelah saya mengeluarkan print-out receipt Agoda yang menggunakan bahasa Thai untuk penulisan alamat barulah supir taxi itu mau mengantarkan saya ke tujuan.

If you’re interested to stay at Phoom House and get lost. This picture below might help you.

received_10153363572868562

Makan malam di sekitar area Phoom House yang murah meriah dan nikmat (50 THB, free water-self service)

My first boiled noodle in Don Mueang, Thailand. Taste? Delicious!! Price: 50THB

IMG_20151216_204019

Breakfast near Phoom House: (don’t ask me the name because some of food street menus are labeled in Thai). Price for all these three yummy food? 100 THB.

20151216_091542

20151216_091103Pancake
20151217_134453

Review Phoom House:

Saya menginap satu malam di Phoom House dan menurut saya untuk menginap semalam bisa dikatakan cukup oke. Tempatnya bersih, aman, dan dapat amenities standar. Kulkas juga tersedia. Area sekitar guest house juga banyak makanan sehingga ga perlu pusing mencari. Kamar ukuran standar, sedikit sempit, aman. Untuk menginap semalam, bisa dijadikan pilihan, tapi kalau beberapa malam mungkin lebih baik cari yang lain karena lokasinya sedikit jauh dari pusat kota juga jauh dari BTS/MRT station.

Hari 2

Hari kedua bersiap-siap check-out dari Phoom House n bersiap menuju Bangkok. Dari penginapan, lagi-lagi saya memutuskan naik taxi untuk menuju BTS/MRT Station, dan saya membayar sekitar 80 THB menuju ke Mo Chit BTS Station.  Dari Mo Chit saya mencari hostel yang menjadi tempat menginap berikutnya dan pilihan saya jatuh pada Siamaze Hostel. Hostel ini saya booked melalui Hostel Bookers sekitar dua minggu sebelum hari keberangkatan. Selama saya menginap di Bangkok, tempat ini yang menurut saya, paling nyaman, dan paling memuaskan baik dari segi fasilitas maupun pelayanannya.

Setelah meletakkan barang bawaan di hostel, saya pun segera mengecek itinerary dan tujuan pertama jatuh ke Siam Paragon, alasannya karena saya ingin mencari money changer, mengingat saya tidak membawa banyak uang THB, jadilah saya menuju ke sana karena menurut saran seorang teman rate di sana termasuk cukup tinggi dibanding tempat lainnya.

Dan?

Ternyata..setelah mengelilingi Siam Paragon, Siam Centre dan sekitarnya (pada hari ke-2), jumlah money changer yang ada sangat sedikit, sehingga akhirnya saya mencoba melirik rate di bank2 sekitar daerah sana yang termasuk rendah. Karena putus asa dan capek jalan keliling, saya pun menukar uang di lantai dasar Siam Paragon Mall. Haus dan lapar, saya pun mencoba masuk ke gerai kopi Starbucks di dekat mall untuk istirahat, di sana menu green tea latte saya dihargai 135THB (IDR 52 K) dan kalau mau memakai wi-fi harus bayar lagi! Hal ini yang membuat saya malas masuk Starbucks selama di Bangkok.

Mengenai mallnya , menurut saya, Siam Paragon dan Siam Centre termasuk mall untuk kelas menengah atas karena barang-barang branded nya sehingga kalau bagi saya mall ini kurang pas untuk belanja. Yang mengasyikan dari mall ini karena saat itu sedang ada pameran patung-patung gajah dengan berbagai warna dan motif. Banyak turis yang berselfie ria dengan setiap patung gajah ini seperti turis di foto berikut ini😛

IMG_20151216_202048 IMG_20151216_202053 IMG_20151216_202106

Review Siamaze Hostel:

Dari semua hostel yang saya inapi selama di Thailand, Siamaze Hostel ini yang menurut saya paling nyaman. Hampir semua aspek dari hostel ini saya suka, kamarnya luas, kamar mandi bagus, toiletries, balkon untuk merokok di bagian belakang kamar, sarapan yang enak, es batu sepuasnya!!, ruang makan yang cozy and homey banget, and the most important things: English Speaking Staffs!

Kekurangannya menurut saya hanyalah lokasi hostel ini yang sedikit jauh dari Suthisan MRT Station, yaitu sekitar 15 menit jalan kaki.

Yuk, lihat penampakannya hostel favoritku ini:

20151217_081648

pantry20151217_081642 20151217_081635

homey dining room2

20151216_121451

Penampakan kamar dan balkon kecil di belakang

20151216_122412

Bathroom and Toilet

Harga untuk nginep di private room (private bahtroom) ini sekitar 2700THB untuk 2 orang. Dormitory juga ada di hostel ini dengan rate di kisaran 390 THB/person.

Sedikit tips dari saya (hari 1 n 2): 

  1. Tulisan dalam bahasa Thai sangat membantu berkomunikasi dengan Thai people who can’t speak English. How to help you? you can try to download this LINE English-Thai Dictionary. It’s help me a lots.
  2. Always take a screenshot (if possible, lots of screenshots!) for place name or address in Thai. DO this while you’re connected to wi-fi
  3. Cara lain yang lebih gampang lagi? Beli Thailand SIM CARD. Mengenai SIM CARD ini akan saya ceritakan di post selanjutnya ya…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s