Curcol

Dua-tiga hari terakhir ini saya kepikiran satu hal ini terus yang sebenarnya bukan baru kali ini saja terjadi, dan sudah berusaha saya lupakan saja tapi kok ya terus kepikiran. Dan merasa bersalah, tidak enak, tapi di sisi lain, saya juga merasa keberatan, berpikir kok bisa-bisanya ya? Dan apa yang meminta (pinjam uang) itu tidak memikirkan keadaan orang yang akan dimintakan uang?

Yang paling membuat saya malas, tidak enak, merasa bersalah (padahal ya bukan salah saya juga) karena hal ini bisa mengakibatkan hubungan baik sebelumnya menjadi tidak baik lagi dan buntut-buntutnya jadi putus hubungan. Kalau tidak mau meminjamkan akan dianggap pelit, tidak mau membantu, padahal kita juga punya kepentingan lain (seringakali memang tidak punya), tapi dipaksa / harus mendahulukan kepentingan yang meminjam. Dan karena galau terus akhirnya saya surfing di internet mengenai hal ini dan saya menemukan satu tulisan yang menurut saya cocok sekali dengan unek-unek di hati dan pikiran saya. Berikut linknya:

http://keluarga.com/keuangan/mau-hidup-tenteram-jangan-meminjamkan-uang

Dan akhirnya saya bisa memutuskan untuk tidak galau lagi mengenai hal ini. Dan semoga saja, saya tidak sampai berada di posisi yang meminjam, seandainya pun saya terpaksa meminjam, semoga saya bisa segera mengembalikan atau mungkin lebih baik meminjam ke lembaga resmi saja sekalian daripada merusak hubungan pertemanan atau persaudaraan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s