Thailand trip (2)

Hari 3

Di hari ketiga ini, saya mengunjungi tempat-tempat yang menjadi ciri  khas negara Thailand. Must visit places in Thailand.

First place: Grand Palace.

Cara menuju ke Grand Palace termasuk mudah, pertama menuju ke BTS Saphan Thaksin dan dari sana naik boat dari Sathorn Pier menuju ke Ta Chang Pier (N9). Ada dua kapal yang dioperasikan di sini. Pertama kapal khusus untuk turis (datang setiap 5 menit), dengan bendera biru dan tarif 40 baht sekali jalan. Kedua kapal yang biasa ditumpangi para penduduk lokal (datang setiap 15-20 menit sekali), dengan bendera kuning/orange dan tarif 15 baht sekali jalan.

Dari Ta Chang Pier, saya masih harus jalan sekitar 10 menit menuju Grand Palace. Tiket masuk ke Grand Palace per 17 Desember 2015: 500 THB/person. Dan ada aturan berbusana jika ingin berkunjung ke Grand Palace. Berikut aturannya:

IMG_20151217_205832

Beberapa area di Grand Palace:

Second place: Wat Pho

Dari Grand Palace saya pun melanjutkan jalan kaki untuk mengunjungi Wat Pho yang terkenal juga dengan patung Buddha tidur raksasa. Saya penasaran seberapa besar patung ini sebenarnya. Dari Grand Palace ada juga pilihan untuk naik bus ke Wat Pho, dan biayanya pun tidak sampai 5 THB, tapi saya putuskan untuk jalan kaki karena menurut penduduk sana, jaraknya dekat sekitar 15 menit jalan kaki yang ternyata jadi 30 menit jalan kaki! (orang sana jalannya cepat banget).

Sebelum masuk ke Wat Pho saya sempatkan  mencicipi Mango Sticky Rice (50 THB) dan ENAK!… rasa mangga n nasinya itu pas banget. Selain itu saya juga mampir di restoran kecil di belakang si penjual mangga dan mencicipi Thai Basil Rice (60 THB) juga Tom Yum fried rice (80 THB). Di luar area Wat Pho tersedia banyak jajanan, pijit (Thai massage) juga toilet umum yang bersih (bayar 3 THB).

Masuk ke area Wat Pho, saya langsung menuju loket untuk beli tiket masuk seharga 100 THB yang sudah termasuk 1 botol air mineral kecil. Botol air mineral ini bisa ditukar di stand dekat loket dengan menunjukkan tiket yang kita punya. Awalnya saya sempat ga sadar kalau air mineralnya gratis dan tertera di tiket, baru sadar pas melihat orang-orang di sekitar antri di sana. Lumayan bisa melegakan tenggorokan.

Masuk ke kuil kita harus melepaskan sepatu dan membungkus sepatu kita dengan tas kain yang sudah disediakan (gratis) di pintu masuk. Di dalam kuil, kita bertelanjang kaki dan menenteng tas kain tersebut. Pada hari saya berkunjung, Wat Pho tidak terlalu ramai, tapi meski begitu tetap terjadi antrian di spot untuk berfoto. Ternyata para turis sudah mengetahui dimana sudut terbaik untuk mengambil foto. Jadi saya tidak sulit menentukan dimana tempat foto yang bagus, tinggal lihat saja dimana orang antri, hehehe😀

Berikut foto-foto di Wat Pho

Kesan saya di Wat Pho ini, kuilnya berada di dalam komplek dimana di area tersebut dapat ditemukan juga beberapa kuil kecil yang berisi patung Buddha dengan berbagai ciri khas, namun yang istimewa adalah Wat Pho karena ukuran patungnya yang sangat besar dan berlapis emas. Di dalam Wat Pho sendiri bisa dilihat ukiran-ukiran khas Thailand dan persembahan berupa bunga dan dupa. Tidak membutuhkan waktu lama untuk berada di sini karena hanya lihat bagian depan dan belakang sang Buddha lalu selesai, yang bikin lama sih foto-fotonya😀

Third place: Wat Arun

Berhubung hari sudah mulai sore, dan matahari sudah mulai turun perlahan, saya pun bergegas menuju ke Wat Arun atau dikenal juga sebagai Temple of the Dawn. Percaya ga percaya, tapi nama kuil ini yang berarti juga kuil senja yang membuat saya  memutuskan untuk berkunjung di sore hari dengan satu tujuan: sunset.

Untuk masuk ke Wat Arun, saya dikenakan biaya tiket 50 THB, yang menjual tiket seorang nenek yang sudah cukup tua. Saat saya berkunjung ke sana ada beberapa bagian dari Wat Arun yang sedang dalam renovasi, dugaan saya direnovasi untuk persiapan acara tutup tahun 2015 yang akan diadakan di sini.

Wat Arun ini memiliki beberapa pilar utama yang melambangkan tiga dewa utama dalam agama Hindu. Ukiran-ukiran di sini sangat cantik dan terbuat dari marble putih. Hal inilah yang membuat Wat Arun terlihat berbeda dari kuil lainnya di Bangkok.

Dari Wat Arun saya bergegas mengunjungi tempat selanjutnya yang juga sangat terkenal di kalangan backpackers dari berbagai belahan dunia, bisa tebak ga dimana?

Yup jawabannya: KHAOSAN ROAD.

Fourth place: Khaosan Road

Khaosan Road bisa dicapai dengan berbagai alternatif transportasi. Saya memutuskan untuk menempuh jalur air dan naik ferry untuk pergi ke Khaosan Road.

Khaosan Road sangat terkenal di kalangan backpacker karena di sini banyak hal-hal unik yang bisa dilihat sekaligus tempat hangout para backpacker dari berbagai negara. Daerah ini sepi pada siang hari dan baru mulai terlihat ramai menjelang malam sekitar pukul 5 sore ke atas. Salah satu hal unik di Khaosan Road adalah snack serangga seperti kecoa, kalajengking, ulat, dan banyak serangga lainnya. Karena begitu tingginya minat para wisatawan untuk hal yang satu ini, banyak juga yang hanya ingin mengambil foto tapi tidak mau membeli sehingga para pedagangnya tidak kekurangan akal untuk mencari untung dengan meminta turis membayar THB 10 jika ingin mengambil foto. Harganya sendiri tidak terlalu mahal per serangga dijual kisaran THB 20-45.

Yang sedikit ribet adalah menemukan jalan pulang dari daerah ini, kalau mau kembali melalui Pier sudah terlalu malam, karena Pier hanya sampai jam 9 malam. Oleh karena itu saya mencoba mencari alternatif lain untuk pulang. Jalan termudah, dan juga mahal dengan memilih naik tuktuk atau taksi. Tapi berhubung saya ingin berhemat saya memutuskan mencari transportasi lain, yaitu naik bus dan disambung naik MRT atau BTS.

Hal yang sulit adalah mencari bus yang tepat karena semuanya ditulis dengan bahasa dan huruf Thai sehingga setelah bertanya ke beberapa orang saya mencoba naik bus no 15. Di dalam bus sekali lagi saya bertanya ke beberapa orang dan dibantu seorang kakek yang ramah bahwa saya bisa turun di BTS Asok dan melanjutkan dari sana. Beres!! selama saya bisa menemukan BTS atau MRT station maka sudah dipastikan saya bisa kembali ke hostel dengan lega.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s