Be the change you want to see in the world

Pagi ini, ditampilkan video presentasi mengenai perjalanan yang dilakukan murid-murid ke Cambodia. Di sana mereka melakukan pekerjaan relawan untuk mengajar anak-anak sekolah dasar di Cambodia juga membantu membangun trotoar untuk sekolah di sana. Sebelum berangkat murid-murid kami telah mempersiapkan diri dengan materi mengajar seperti lesson plan, puzzle, worksheet juga games.

Melihat apa yang telah dilakukan mereka meski hanya lewat video (karena saya tidak ikut menemani mereka) rasanya kagum dan terharu juga. Murid-murid kami yang biasanya di sekolah terlihat manja, dan terbiasa dengan segala fasilitas terbaik di sana berusaha sebaik mungkin untuk mengajar anak-anak cambodia membaca, belajar berbahasa Inggris juga matematika. Murid yang saya tahu di kelas sangat pasif, kurang bergaul ternyata bisa membuka dirinya terhadap anak-anak SD sana.

Setelah dipikir kembali, pekerjaan mengajar itu susah-susah gampang dan kesal-kesal senang. Susahnya karena tiap anak itu unik, memliki karakter dan pendekatan belajar yang berbeda-beda. Belum lagi jika ada anak yang berkebutuhan khusus, seperti hyperactive, ADHD, dan masih banyak lagi. Gampang, karena begitu kita paham karakter anak tersebut, kita bisa tahu cara mengajar yang sesuai dengan anak tersebut.

Kesal ? Yah namanya juga anak-anak ya, bagi mereka belajar itu sama dengan bekerja untuk kita. Mereka tidak selalu bisa diminta duduk diam dan mendengarkan, mereka senang berinteraksi, senang bercerita juga senang bergerak. Kalau mood mereka kurang baik juga akan mempengaruhi suasana dan kemajuan belajar mereka pada hari itu.

Senang, anak-anak itu lucu, dan memaksa otak kita terus berputar dan beradaptasi setiap hari. Seringkali saya dikejutkan dengan pola pikir, juga pengetahuan mereka soal berita terbaru, termasuk soal pilpres di Amrik sono. Saya aja ga ngikutin, mereka bisa hafal negara bagian mana aja yang mendukung madam H dan mister T, jadi saya ikutan lirik-lirik juga deh berita pilpresnya.

Saat melihat video tadi, ada seorang teman yang duduk di sebelah saya berceletuk “Kenapa harus jauh-jauh ke Cambodia ya? Di Indonesia juga masih banyak anak-anak yang membutuhkan tenaga relawan seperti itu, di Sumba misalnya”

saya hanya bisa menjawab “Oh iya, bagus juga tuh idenya buat tahun depan”

Dan teman saya itu menjawab lagi “Ah tapi temanya Global Citizenship ya, jadi memang lebih pas kalau dilakukan di luar negeri”

Dari sana saya berpikir, selama ini saya menjadi guru, apa yang sudah saya berikan untuk masyarakat? Rasanya lom ada/sedikit sekali, dan itupun masih dalam lingkup perusahaan (saya mengajar, saya bekerja dan menerima gaji). Karena saya menjadi guru karena “butuh”, karena “situasi”.

Dan saya pikir benar juga celetukan teman saya tersebut di Indonesia juga masih banyak yang butuh tenaga pendidik. Dengan mengajar, mungkin kita bisa memberikan kontribusi kecil bagi sekeliling kita. Masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan layak. Dan rasanya menyenangkan jika menyumbangkan sesuatu yang bisa berguna meski hanya sedikit.

Mungkin ini yang saya cari..?

Mungkin ini yang bisa saya lakukan ?

Saya akan mencari tahu caranya dan apa yang akan saya temukan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s